Minggu, 08 Des 2019

Poldasu Tembak Pembunuh Pekerja Kafe

admin Kamis, 11 April 2019 12:12 WIB
SIB/Saut Sihombing
MENGINTEROGASI: Kanit II Buncil Kompol Hendra Eko menginterogasi tersangka pembunuh wanita pekerja kafe, Rabu (10/4).
Medan (SIB) -Mencoba melarikan diri saat ditangkap, tersangka pembunuh wanita pekerja kafe, F alias Landong (29) ditembak personel Subdit III/Umum Ditreskrimum Polda Sumut, Selasa (9/4).

Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian melalui Kasubdit III/Umum AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan, tersangka yang warga Jalan Karya, Pasar V, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia itu nekat membunuh karena cemburu terhadap korban, Helda Krista Debora Sinaga alias Mak Krista yang merupakan wanita selungkuhannya.

"Tersangka membunuh korban karena cemburu melihat wanita yang sudah dua tahun hidup bersamanya itu sedang berduaan dengan pengunjung kafe," kata Maringan, Rabu (10/4).

Kata Maringan, setelah menerima informasi peristiwa pembunuhan wanita pekerja kafe di Jalan Ngumban Surbakti, Kelurahan Sempat Kata, Kecamatan Medan Selayang, Rabu (27/3), Direktur Reskrimum Polda Sumut memerintahkan melakukan penyelidikan.

Berdasarkan keterangan saksi di kafe tersebut, tersangka sempat menjambak korban, lalu membawanya ke kos mereka sekira 300 meter dari tempat hiburan itu. "Pak Direktur langsung memerintahkan kita untuk segera mengungkap kasus itu. Kita mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan. Jadi, selama berpacaran dan tinggal bersama korban sekira dua tahun, tersangka selalu ringan tangan," ungkap Maringan.

Sampai di tempat kos sambung Maringan, tersangka mencekik korban, membanting serta membenturkannya ke lantai sebanyak tiga kali hingga wanita tersebut meninggal dunia. Tersangka juga sempat menduduki perut korban hingga mulutnya mengeluarkan darah.
"Setelah itu, tersangka mengambil dompet korban berisi uang Rp250 ribu dan handphone," jelas Maringan.

Selanjutnya, tersangka kabur ke rumah istrinya di kawasan Pinang Baris, Sunggal. Tersangka kemudian berpindah tempat ke kampung halamannya di Humbahas, dan berhasil ditangkap sebelum melanjutkan pelariannya ke Lampung. "Tapi, saat kita tangkap tersangka berusaha kabur dan melawan petugas," sebutnya sambil menambahkan tersangka diganjar pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

Sementara tersangka mengaku, sudah dua tahun 'kumpul kebo' bersama korban. Pria beristri tersebut mengaku menyesal telah menghabisi wanita selingkuhannya itu. "Saya cemburu. Sudah dua tahun kami bersama," akunya. (M18/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments