Rabu, 19 Feb 2020
  • Home
  • Kriminal
  • Perampok Warteg Pakai Uang Perampokan untuk Beli Narkoba

Perampok Warteg Pakai Uang Perampokan untuk Beli Narkoba

Redaksisib Senin, 27 Januari 2020 15:09 WIB
kabar beritaku

Ilustrasi

Jakarta (SIB)
Polres Jakarta Selatan (Jaksel) menangkap empat pelaku pemerasan dengan senjata tajam di warteg di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Polisi menemukan sabu saat mengamankan salah satu pelaku.

"Motifnya melakukan pengancaman dan pemerasan adalah ekonomi, kemudian diduga narkoba juga, karena di waktu penggeledahan tersangka HW ditemukan barang bukti sabu," kata Kapolres Jaksel Kombes Bastoni Purnama di Mapolres Jaksel, Minggu (26/1).

Sabu yang ditemukan pada HW berjumlah 1 paket. Polisi belum menimbang berat sabu yang disita dari HW.
"Barang buktinya ada 1 paket, belum kita timbang sabunya, belum kita timbang berapa," kata Bastoni.

Dalam aksinya pada Selasa (21/1) dini hari, pelaku merampas dompet korban berisi uang Rp 950 ribu dan ponsel korban. Menurut Bastoni, barang rampasan berupa ponsel kemudian dijual untuk membiayai makan sehari-hari serta membeli narkotika.

"Jadi berdasarkan pemeriksaan pelaku, uang Rp 950.000 itu digunakan untuk makan sehari-hari dan juga beli narkoba. Termasuk handphone-nya dijual untuk makan sehari-hari dan narkoba. Keberadaan handphone-nya juga masih kita cari," jelas Bastoni.

Polisi pun akan mendalami kemungkinan penggunaan narkotika para pelaku. Para pelaku menjalani tes urine untuk mengetahui potensi ketergantungan narkotika.

"Sudah kita tes dan sedang ditunggu hasilnya dari laboratorium," kata Bastoni.

Keempat pelaku perampokan di warteg di Jaksel diketahui berasal dari satu tongkrongan. Hanya satu orang dari mereka yang masih berstatus pengangguran.

"HW dan PS sebagai ojek, AF sebagai tukang parkir, SB tidak ada pekerjaan," jelas Bastoni.

Menurut Bastoni, para pelaku menentukan sasaran korban secara acak. Berdasarkan pengakuan pelaku, pada hari itu mereka baru sekali beraksi.

"Mereka ngaku baru 1x beraksi dan kabur. Tapi terus kita dalami apakah setelah dan sebelum itu ada aksi-aksi lain," lanjut Bastoni.

Bastoni pun mengimbau masyarakat agar berhati-hati apabila beraktivitas ataupun pulang kerja pada jam rawan kriminal, yakni pukul 22.00 WIB - 04.00 WIB. Untuk menjamin keamanan masing-masing, menurutnya masyarakat bisa berdiam sementara di tempat-tempat yang dirasa aman

"Jadi masyarakat yang pulang di atas jam itu jangan mencolok seperti memperlihatkan HP, tetap hati-hati. Kalau tidak memungkinkan (karena) rumah jauh sebaiknya nginap di rumah teman atau di Polres atau Polsek, nanti kita siapkan ruangan. Jadi besok paginya bisa melanjutkan (perjalanan)," pungkas Bastoni. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments