Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Perampok Bersajam di Angkot Dimassa di Jalan Letda Sujono Medan Tembung

Perampok Bersajam di Angkot Dimassa di Jalan Letda Sujono Medan Tembung

admin Sabtu, 09 Februari 2019 11:49 WIB
SIB/Dok
BABAK BELUR: Pelaku perampok bersajam berinisial EB dengan kondisi babak belur diamankan di Polsek Percut Sei Tuan, Jumat (8/2).
Medan (SIB) -Perampok bersenjata tajam (bersajam) pisau berinisial EB (46) warga Jalan Marelan Pasar I Gang Kem-kem, Kecamatan Medan Labuhan dimassa di Jalan Letda Sujono, Kecamatan Medan Tembung usai menodongkan pisau ke seorang wanita saat berada di dalam Angkot, Kamis (7/2) malam.

Informasi yang dihimpun wartawan di kepolisian, Jumat (8/2) siang, ketika itu korban, Siti Namira Nasution (28) warga Jalan Wijaya Kusuma VI Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang yang baru pulang bekerja berniat menuju rumahnya menumpang Angkot di Jalan M Yakub Lubis, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Saat itu pelaku sudah ada di dalam Angkot. Ketika Angkot melintas di Jalan Letda Sujono, pelaku mendekati korban dan langsung menodongkan pisau ke arah pinggang korban sembari memintanya untuk tidak berteriak. Pelaku meminta korban supaya menyerahkan dompet dan HP.

Karena nyawanya terancam, Siti terpaksa menyerahkan tas berisi HP, dompet, uang dan surat-surat berharga miliknya. Selanjutnya pelaku meminta sopir untuk menghentikan laju Angkot tersebut. Setelah berhenti, pelaku turun dari Angkot. Di saat bersamaan korban juga turun dan berteriak rampok. Pelaku yang ketakutan langsung kabur.

Seketika itu juga warga sekitar dan pengendara sepedamotor yang melintas di lokasi mengejar EB. Tidak jauh dari lokasi, pelaku berhasil ditangkap dan dihakimi hingga babak belur. Nyawa pelaku terselamatkan, setelah petugas Polsek Percut Sei Tuan tiba di lokasi kejadian. Dengan kondisi babak belur, pelaku diboyong ke Mako guna pemeriksaan intensif.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri yang dikonfirmasi mengatakan, dari pelaku disita tas berisi HP, dompet dan sebagainya. "Pelaku terancam hukuman 7 tahun penjara," katanya. (A16/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments