Jumat, 17 Jul 2020
  • Home
  • Kriminal
  • Penulis Togel Dituntut 9 Bulan di PN Simalungun

Penulis Togel Dituntut 9 Bulan di PN Simalungun

Selasa, 30 Juni 2020 16:24 WIB
lintangnews.com

Ilustrasi

Simalungun (SIB)
Terdakwa S alias MJ (32), terdakwa menjadi penulis judi toto gelap (togel) menangis setelah dituntut 9 bulan saat memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Alasannya MJ sangat menyesali perbuatannya bahkan istrinya melahirkan saat dia di penjara dan harus menjaga anak-anak yang masih kecil.

"Saya mohon hukuman saya diringankan yang mulia, saya sangat menyesal dan anak-anak saya masih kecil," kata terdakwa sambil menangis dalam persidangan yang digelar secara online di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Rabu (24/6).

Warga Huta Kidul Suhi Nagodang Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Jawa itu dituntut jaksa dengan pidana penjara 9 bulan, karena didakwa melakukan permainan judi di muka umum tanpa izin dan dipersalahkan melanggar pasal 303 (1) KUH Pidana.

Menurut jaksa, terdakwa MJ ditangkap Polsek Tanah Jawa saksi Riston Tambunan, Marlon Sihombing dan R Sumbayak dari warungnya, Kamis, 12 Maret 2020. Terdakwa diamankan bersama barang bukti ponsel berisi angka tebakan judi Kim Hongkong di kotak masuk.

Terdakwa juga mengakui sebagai pemilik warung Nyambi jualan togel. Pemesan atau pembeli angka tebakan bisa datang ke warung terdakwa atupun melalui pesan (SMS). Hasil jualan togel disetorkan di SMS kan kepada pengumpul rekap Rendi Sutrisno (DPO).

Untuk putusan hakim, persidangan dibantu Panitera M Ramli dinyatakan ditunda, hingga Rabu mendatang. "Persidangan ditunda hingga Rabu untuk pembacaan putusan," kata Ketua Majelis Hakim Roziyanti didampingi dua hakim anggota Aries Ginting dan Mince Ginting.

Dituntut
Sementara itu, terdakwa SP alias Lindung (38), warga Perumahan Griya Bahagia Jalan Prona 48 Kerasaan I Kecamatan P Bandar, juga terdakwa jurtul judi toto gelap, dituntut Jaksa Juna Karokaro SH, Rabu (24/6) di sidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Terdakwa ditangkap anggota Polsek Perdagangan, Rabu 26 Februari 2020 pukul 14.00 WIB di warung kopi. Barang bukti, HP berisi pesanan angka tebakan jenis togel dan uang Rp 20 ribu disita, selanjutnya bersama terdakwa diserahkan ke Polsek Perdagangan untuk diproses hukum.

Menurut terdakwa, dia memeroleh komisi 30 persen dari omset penjualan togel dan dikirim melalui sms kepada pemilik aplikasi Sakura Toto. Setiap hari dia bisa memeroleh komisi Rp 100 s/d Rp 300 ribu.

Untuk mendengar putusan Majelis Hakim diketuai Roziyanti SH dibantu Panitera M Ramli, sidang ditutup dan dibuka kembali, Rabu pekan depan. (S03/p)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments