Jumat, 18 Sep 2020
  • Home
  • Kriminal
  • Pelaku Begal Mobil IRT Ditangkap, Ngaku Polisi Saat Beraksi

Pelaku Begal Mobil IRT Ditangkap, Ngaku Polisi Saat Beraksi

Kamis, 02 Juli 2020 15:42 WIB
Raja/detikcom

Pelaku begal (baju tahanan) di Palembang ditangkap. 

Palembang (SIB)
Pelaku pembegalan ibu rumah tangga (IRT) asal Palembang, Sumatera Selatan, akhirnya terungkap. Satu pelaku ditangkap saat membongkar mobil hasil kejahatan di rumah.

"Pelaku pembegalan atau perampokan IRT di Sukarami kemarin telah terungkap. Satu pelaku inisial JN ditangkap Unit II Jatanras saat memereteli mobil," kata Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi di Mapolda, Rabu (1/7).

Pelaku Joni, kata Suryadi, beraksi bersama rekannya, Rustam, yang masih jadi buron. Keduanya beraksi dengan modus berpura-pura menjadi polisi dan memaksa korban berhenti.

"Kedua pelaku ini berpura-pura jadi polisi. Awalnya mobil korban diberhentikan dan digeledah, alasannya ada terlibat narkoba dan mau dibawa ke polsek," kata Suryadi.

Korban, Surati (38), yang ketakutan dalam mobil seorang diri, hanya bisa pasrah. Bahkan pelaku nekat memborgol korban agar lebih meyakinkan sebagai polisi.

"Satu pelaku pakai celana polisi, jadi agar korban yakin diborgol tangannya. Setelah diborgol dibawa keliling dan diturunkan di tengah perjalanan," katanya.

Menerima laporan korban, polisi langsung bergerak. Dipimpin Kanit II, Kompol Bachtiar pelaku Joni dapat ditangkap di Kramasan, Kertapati, Palembang.

"Tadi malam pelaku ini ditangkap. Untuk rekannya saya imbau segera menyerahkan diri atau kita kejar sampai kapan pun," kata Suryadi tegas.

Joni yang ditemui di ruang pemeriksaan Subdit Jatanras mengaku dirinya diajak rekannya, Rustam. Di mana borgol dibeli pelaku Rustam sebelum beraksi.

"Borgol itu punya Rustam, jadi biar korban yakin kami polisi. Korban juga kami cari secara acak, mana yang terlihat sendirian bawa mobil kami berhentikan," kata Joni.

Terkait mobil yang sempat mogok, hal itu diakui Joni. Sebab mobil mogok dan tidak dapat dibawa ke rumah dan tidak ada yang mau membeli.

"Kami salah, kunci mobil itu ada dipegang korban. Jadi mobil mati di jalan dan tidak bisa hidup, ya sudah tidak ada orang yang mau beli. Itulah kenapa mobilnya dipreteli," tuturnya. (detikcom/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments