Kamis, 20 Jun 2019
  • Home
  • Kriminal
  • PN Tanjungbalai Vonis Mati Terdakwa Kasus 40,61 Gram Sabu

PN Tanjungbalai Vonis Mati Terdakwa Kasus 40,61 Gram Sabu

* Terdakwa Nyatakan Banding, JPU Pikir-pikir
Jumat, 23 November 2018 11:05 WIB
Tanjungbalai (SIB) -Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungbalai menjatuhkan vonis mati kepada Ridhonya Sitorus alias DO terkait kepemilikan 40,61 gram sabu, pada sidang putusan yang digelar Kamis (22/11).Ketua Majelis Hakim Salomo Ginting SH beranggotakan Porci Nilfa Darma SH dan Daniel S. SH.  JPU Kejari Tanjungbalai Fahrul Lubis SH.

Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Terdakwa kaget  mendengar putusan yang dibacakan majelis hakim itu dan menyatakan banding, sedangkan JPU Fahrul Lubis menyatakan pikir-pikir.

Usai sidang, JPU Fahrul Lubis tampak heran dan seakan tak percaya vonis mati yang dijatuhkan majelis hakim. "Saya sempat kaget juga tadi. Kalau tuntutan sudah kita bacakan pada sidang sebelumnya yang menuntut terdakwa 16 tahun penjara dikurangi selama terdakwa dalam tahanan ditambah denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan penjara,"kata Fahrul.

Fahrul menjelaskan, tuntutan itu sesuai dengan pasal 114 ayat (2) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Putusan pasalnya sama dengan tuntutan sebelumnya,"tegas Fahrul bahwa pasal yang diterapkan majelis hakim dalam memvonis mati terdakwa sesuai dengan pasal tuntutan.

Barang bukti sabu yang menyebabkan terdakwa divonis mati sebanyak 40,61 gram yang terbagi dalam tiga kemasan yakni, satu bungkus plastik berisi sabu seberat 5,07 gram, satu bungkus seberat 5,22 gram dan satu bungkus seberat 30,32 gram.

Penangkapan terdakwa pada Sabtu 15 Juli 2017 sekira pukul 13.30 wib,  di kamar 2 blok E Lapas Klas IIB Tanjungbalai, oleh petugas Lapas yang sedang menggelar razia rutin. Saat itu terdakwa masih menjalani hukuman kasus yang sama dan berstatus narapidana.

Berdasarkan dakwaan di persidangan, terdakwa sehari sebelum tertangkap, Jumat 14 Juli 2017 sekira pukul 15.30 wib, menghubungi temannya Dedi yang berstatus DPO melalui telepon seluler. Terdakwa memesan sabu kepada Dedi sebanyak setengah ons seharga Rp550 ribu per gramnya. Jika pesanan itu diterima rencananya akan dijual terdakwa di dalam Lapas.

Setelah terjalin kesepakatan, Dedi berjanji esok harinya akan menyerahkan sabu tersebut kepada terdakwa di kantin Lapas Klas IIB Tanjungbalai, pada saat jam bertamu dan akan diantar seseorang. Sabtu 15 Juli 2017 sekira pukul 11.00 wib, saat terdakwa berada di kantin Lapas, seorang pria mengaku bernama Putra menemui terdakwa.

Pria tersebut lantas mengeluarkan satu bungkus plastik yang dilakban dari dalam sepatu yang dipakainya. Lalu bungkusan berisi sabu itu diserahkan kepada terdakwa sembari berkata, "titipan bang Dedi, bang,". Setelah pesanan diterima, terdakwa bergegas menuju kamar tempatnya ditahan.

Bungkusan berisi sabu itu dibagi terdakwa menjadi tiga bungkus, dua bungkus dimasukkan ke dalam kotak rokok. Tak lama kemudian, sekira pukul 13.30 wib, dua orang petugas Lapas menggelar razia rutin di dalam kamar warga binaan termasuk kamar terdakwa. 

Petugas menemukan tiga bungkus plastik berisi sabu milik terdakwa dan selanjutnya kasus tersebut ditangani Polres Tanjungbalai. Setelah ditimbang ketiga bungkus plastik transparan berisi sabu itu seberat 40,61 gram. (E08/c)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments