Minggu, 15 Sep 2019
  • Home
  • Kriminal
  • PN Lubuk Pakam Gelar Sidang Kasus Pembunuhan 2 Terduga Pencuri Helm

PN Lubuk Pakam Gelar Sidang Kasus Pembunuhan 2 Terduga Pencuri Helm

admin Rabu, 17 Juli 2019 20:55 WIB
Belawan (SIB) -Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam yang bersidang di Medan Labuhan, Senin sore (15/7) menggelar sidang kasus pembunuhan Joni Pernando Silalahi (30) dan Steven Sihombing (21) yang diduga sebagai pelaku pencurian helm, dengan agenda pemeriksaan saksi.

Dalam persidangan tersebut saksi Efendi Silalahi (56) yang merupakan ayah kandung Joni Pernando Silalahi mengatakan, putranya tersebut tewas di lokasi kejadian setelah mengalami luka parah pada hampir sekujur tubuhnya, terutama pada bagian wajah dan kepala, akibat penganiayaan pada Selasa sore (19/2) di Komplek Unimed. Hal yang sama juga dikatakan saksi Friska Purnama Sari, yakni istri korban, Joni Pernando Silalahi.

Pada sisi lain, menjawab pertanyaan majelis hakim, kedua saksi mengatakan, hingga saat ini belum ada upaya perdamaian yang dilakukan oleh para terdakwa maupun pihak keluarganya kepada pihak keluarga korban.

Menyikapi hal tersebut, majelis hakim mengimbau pihak keluarga terdakwa melalui penasehat hukum agar mau melakukan perdamaian terhadap keluarga korban.

Pada persidangan tersebut menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut (JPU), Eko Simbolon SH dan Penasehat Hukum para terdakwa, Zenuddin Herman SH, kedua saksi juga mengatakan, meski tidak mengetahui tujuan Joni Pernando Silalahi dan Steven Sihombing datang ke Unimed, tetapi tidak yakin jika keduanya melakukan pencurian helm, Selasa sore (19/2) di Kampus Unimed, Medan Estate, Percut Sei Tuan, karena Joni Pernando Silalahi sehari-hari bekerja sebagai pedagang bawang dan menjalankan usaha air minum isi ulang.

Majelis Hakim PN Lubuk Pakam diketuai, Said SH menunda sidang hingga Senin (22/7) dengan agenda pemeriksaan saksi lainnya.
Dalam sidang tersebut, 4 terdakwa, MAP (22), BP (18), MAK (21) dan FZ (26) tampak selalu menundukkan wajah selama persidangan berlangsung. (M07/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments