Kamis, 14 Nov 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Mencoba Membunuh Lima Orang dengan Nasi Goreng Dilumuri Racun Tikus, ES Dibekuk Polsek Pangkalan Brandan

Mencoba Membunuh Lima Orang dengan Nasi Goreng Dilumuri Racun Tikus, ES Dibekuk Polsek Pangkalan Brandan

admin Senin, 14 Januari 2019 14:31 WIB
SIB/Dok
DIAMANKAN : ES, saat diamankan di Mapolsek, Minggu (13/1), terkait aksinya melakukan percobaan pembunuhan dengan modus memberikan nasi goreng mengandung racun tikus yang dikonsunsumsi lima warga Pangkalan Brandan.

Pangkalan Brandan (SIB)- Petugas Unit Reskrim Polsek Pangkalan Brandan meringkus tersangka pelaku percobaan pembunuhan berinisial ES (55), warga Kelurahan Brandan Barat Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat, Minggu (13/1) dinihari. Aksi percobaan pembunuhan yang dilakukan ES dengan modus mencampur racun tikus ke nasi goreng.

Dua bungkus nasi goreng yang diduga mengandung racun tikus, kemudian diantarkan ke kediaman korban (dua tempat terpisah), dengan menggunakan jasa seorang anak berinisial Jef.

Sesaat menyantap nasi goreng yang diduga mengandung racun tikus, lima korban mengalami pusing serta mual bahkan di antara mereka ada yang muntah-muntah, dengan kondisi lemas.

Lima korban yang keracunan makanan yakni Sukarni (45) dan Rizka Daulay (11), warga Jalan Imam Bonjol Kelurahan Brandan Timur ini dilarikan ke rumah sakit (RS) Pertamina Pangkalan Brandan, untuk mendapatkan pertolongan medis secara intensif.

Sementara tiga korban lainnya bernama Sri Astuti (41), Frili Ananda Putri (20) serta Frita (16),warga Jalan Tanjung Pura, Gang Keluarga, Desa Pelawi Utara, Kecamatan Babalan ini dilarikan ke Puskesmas Babalan Pangkalan Brandan guna mendapat pertolongan medis.

Keterangan diperoleh SIB, pada Sabtu (12/1), sekitar pukul 18.45 WIB, tersangka ES, menyuruh seorang anak berinisial Jef pergi mengantar nasi goreng ke rumah Jebat Daulay (47), tepatnya di Jalan Imam Bonjol Pangkalan Brandan.

Pada saat bersamaan, tempat terpisah, tiga sekeluarga yang tinggal di Jalan Tanjung Pura, Gang Keluarga Desa Pelawi Utara, juga bernasib sama, mereka terpaksa menjalani perawatan medis, usai mengkonsumsi nasi goreng diduga mengandung racun tikus. Hingga berita ini dilansir, Minggu (13/1), pukul 17:00 Wib, ke lima korban masih menjalani perawatan medis secara intensif di RS Pertamina Pangkalan Brandan, dan di Puskesmas Jalan Sutomo Pangkalan Brandan.

Menerima informasi terkait keberadaan lima korban di rumah sakit, Kapolsek Pangkalan Brandan bersama sejumlah anggotanya turun langsung menemui para korban serta melakukan penyelidikan lapangan.

Dari keterangan para korban, didampingi pihak keluarga dan saksi Jef (yang mengantar nasi goreng ke rumah para korban), akhirnya polisi dapat mengungkap indentitas tersangka pelaku percobaan pembunuhan berinisial ES, dengan modus nasi goreng ditaburi racun tikus yang dikonsumsi para korban.

Mendapat keterangan dari para korban, petugas segera bergerak menuju sasaran, dan berhasil membekuk tersangka ES, yang ketika itu sedang berada di rumahnya Jalan Imam Bonjol Pangkalan Brandan. Saat diintrogasi, tersangka ES mengakui perbuatannya, dimana dirinya dengan sengaja membeli nasi goreng, dan sebelum dikasih kepada para korban, nasi tersebut terlebih dahulu ditaburi racun tikus. Percobaan pembunuhan ini dilakukannya, akibat sakit hati.

" Keluarga para korban telah menyembunyikan istriku yang hingga kini belum juga kembali ke rumah," ucap ES kepada petugas.

Kapolsek Pangkalan Brandan Iptu Dahnial Saragih SH didampingi Kanit Reskrim Iptu Yudianto yang dikonfirmasi SIB, Minggu (13/1), membenarkan pihaknya meringkus ES, terkait dugaan percobaan pembunuhan terhadap lima warga, dengan modus nasi goreng dilumuri racun tikus yang dikonsumsi para korban.

Salah satu korban, Frili Ananda Putri (20) yang ditemui wartawan di Puskesmas Pangkalan Brandan mengatakan, beberapa hari sebelum kejadian, Rosmiati yang biasa dipanggil kak Butet yang tak lain merupakan istri tersangka, Senin (7/1), siang datang ke rumahnya dengan berpakaian daster dan sempat menginap dua malam dan setelah itu mereka tidak tahu lagi keberadaan ibu rumah tangga (IRT) itu.

Dulu, kata Frilli, mereka bertetangga baik dengan Rosmiati. "Waktu dia datang ke rumah sempat kami tanya, kenapa kakak pergi dari rumahmu, lalu dijawabnya "sering bertengkar dengan suaminya ES", ucapnya menirukan perkataan IRT tersebut. (A28/c)

T#gs ES Dibekuk Polsek Pangkalan BrandanMencoba Membunuh Lima Orang dengan Nasi Goreng Dilumuri Racun Tikus
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments