Minggu, 20 Sep 2020
  • Home
  • Kriminal
  • Lukai Petugas dengan Sajam, DPO Perampok Ditembak Mati Polrestabes Medan

Lukai Petugas dengan Sajam, DPO Perampok Ditembak Mati Polrestabes Medan

Senin, 13 Juli 2020 15:10 WIB
Foto SIB/Roy

PERAMPOK DITEMBAK MATI: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kasat Reskrim Kompol Martuasah Tobing memberikan keterangan pesnya di RS Bhayangkara Medan terkait tersangka perampokan yang masuk dalam DPO berinisial AY yang ditembak mati Timsus Jahtanras Sat Reskrim Polrestabes Medan, serta seorang tersangka lagi, DR yang sebelumnya sudah dibekuk dan ditembak di kedua kakinya, Minggu (12/7). 

Medan (SIB)
Timsus Jahtanras Sat Reskrim Polrestabes Medan terpaksa menembak mati seorang tersangka perampok yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) berinisial AY (21), warga Jalan Ngalengko Lorong Tirtanadi Medan, karena melukai petugas dengan senjata tajam (sajam), Minggu (12/7) sekira pukul 03.00 WIB.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kasat Reskrim Kompol Martuasah Tobing dalam keterangan pesnya di RS Bhayangkara Medan, Minggu sore mengatakan, penangkapan tersangka merupakan hasil pengembangan dari tersangka lainnya yang dibekuk, belum lama ini.

"Tersangka DR (22), warga Jalan Perhubungan Gang Naga Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang berhasil dibekuk, Senin (8/6) sekira pukul 00.30 WIB. Saat dibawa untuk pengembangan mencari barang bukti dan tersangka lainnya, DR melakukan perlawanan dan berusaha kabur sehingga Timsus memberikan tindakan tegas terukur dengan menembak kedua kaki tersangka," ujar Kapolrestabes.

Dari pengakuan tersangka DR sambungnya, dia melakukan aksi jambret bersama 3 rekannya masing-masing berinisial Na, Al dan AY, Timsus Jahtanras selanjutnya melakukan perburuan terhadap para pelaku lainnya.

"Minggu sekira pukul 03.00 WIB, Timsus menerima informasi DPO jambret, AY sedang berada di kawasan Jalan Setiabudi Ujung Medan. Petugas bergerak ke lokasi dan berhasil menemukan tersangka. Saat dilakukan penyergapan, AY mengetahui kedatangan petugas dan mengeluarkan pisau dari saku celana, lalu menyerang seorang petugas Aipda Budi," ungkap Kapolrestabes.

Lanjutnya, usai menikam lengan kiri petugas, tersangka berusaha kembali menyerang petugas dengan membabi buta. Timsus melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun tersangka terus berupaya melakukan penyerangan sehingga membahayakan petugas.

"Dengan terpaksa petugas memberikan tindakan tegas dengan menembak AY. Tersangka kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, pihak medis menyatakan tersangka telah tewas," terangnya.

Masih kata Kapolrestabes, dari hasil penyelidikan, AY sudah 5 kali melakukan aksi kejahatannya. Pada aksi perampokan yang dilakukannya terhadap korban Darmaida br Sidabutar (49), warga Jalan MJ Manurung Lingkungan IX Timbang Deli, Medan Amplas, AY berperan menarik tas korban yang saat itu sedang berada di atas betor. Akibatnya korban terjatuh dan terluka parah hingga dirawat di rumah sakit.

"Tersangka AY merupakan residivis tahun 2018 dengan kasus 363 bongkar rumah. Terkait kasus ini, Timsus masih memburu 2 pelaku lainnya," pungkasnya.

Sebelumnya, jambret seorang ibu rumah tangga (IRT) hingga tersungkur ke aspal dan sekarat, Napi asimilasi berinisial DR (22), warga Jalan Perhubungan Gang Naga Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang ditembak Timsus Jahtanras Sat Reskrim Polrestabes Medan.

Informasi yang dihimpun, penangkapan pelaku merupakan tindaklanjut dari laporan Surung Manahan Siahaan, warga Jalan MJ Manurung Lingkungan IX Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas yang tertuang di Nomor: LP/396/VI/2020/SPKT Medan Area, Minggu, 7 Juni 2020.

Dalam laporannya, Minggu sekira pukul 06.00 WIB ibunya (korban-red), Darmaida br Sidabutar (49) menumpangi betor menuju Pajak Sukaramai Jalan AR Hakim, Kecamatan Medan Area untuk berjualan sayur-sayuran. Saat melintas di Jalan Sutrisno, 2 pemuda berboncengan dengan mengendarai sepedamotor Matik memepet korban dari sebelah kanan.

Pelaku yang duduk di posisi boncengan langsung merampas tas sandang yang diletakkan korban di bahu kirinya. Seketika itu juga, IRT tersebut terhempas ke aspal dan tidak sadarkan diri. Sedangkan tas berisi 2 HP, uang Rp 1 juta dan surat-surat berharga lainnya berhasil dilarikan kedua bandit jalanan itu.

Warga sekitar dan pebetor langsung membawa korban yang dalam kondisi sekarat itu ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis. Keluarga korban yang mengetahui adanya kejadian naas itu datang ke rumah sakit dan selanjutnya membuat laporan. Timsus melakukan cek TKP dan mengamankan sejumlah rekaman CCTV. Dari rekaman tersebut petugas mengungkap identitas seorang pelaku. Senin (8/6) sekira pukul 00.30 WIB, Tekab menerima informasi, DR berada di seputaran Jalan Perhubungan. Petugas bergerak ke lokasi dan berhasil menciduk pelaku.

Saat diinterogasi, pelaku mengakui melakukan aksi jambret bersama 3 temannya. Petugas memboyong DR guna mencari keberadaan pelaku lainnya serta barang bukti. Namun, pelaku melakukan perlawanan dan berusaha kabur sehingga petugas melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun tidak diindahkan. Dengan terpaksa petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kedua kaki pelaku. Selanjutnya, pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan medis, setelah itu digelandang ke Mako untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. (M16/p)

T#gs dpoDitembak MatiLukai Petugas dengan Sajampolrestabes medan
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments