Senin, 16 Sep 2019

Kurir Sabu Diancam 8 Tahun Denda Rp800 Juta

admin Jumat, 23 Agustus 2019 12:43 WIB
SIB/Roida Siahaan
DIGIRING : Petugas kejaksaan menggiring terdakwa Warsian menuju ruang tahanan usai dituntut 8 tahun di PN Simalungun.
Simalungun (SIB) -Terdakwa W (31), warga Pulolawan Nagori Hululawan Kecamatan Bandar Huluan dituntut 8 tahun denda Rp.800 juta subsider 3 bulan penjara di sidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (22/8).

Jaksa Barry Sugiharto SH mempersalahkan terdakwa dengan pasal 112 (1) UU RI No.35/2009 tentang Narkotika. Terdakwa ditangkap Satres Narkoba Polres Simalungun Donald Tobing dan Ade Firmansyah di areal kebun sawit Purba Ganda Kecamatan Pematang Bandar, Rabu, 27 Pebruari 2019.

Dari terdakwa disita 4 klip sabu, Hp Nokia hitam yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk bertransaksi sabu, uang Rp.35 ribu dan sepeda motor Yamaha Xeon 4247 ADP dinyatakan dirampas untuk negara. Terdakwa mengaku, sabu seberat 0,80 gram akan diantar kepada Bagol (DPO) atas perintah Ijul (DPO).

Didampingi Pengacara Harfin Siagian SH dari Posbakum PN Simalungun, terdakwa memohon kepada majelis hakim agar hukumannya diringankan, dengan alasan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Sidang dipimpin Majelis Hakim Roziyanti SH ditunda satu Minggu untuk pembacaan vonis.

Dituntut 8 Bulan
Jaksa Mohamad Rizky SH menuntut terdakwa ALR (57) dengan pidana 8 bulan penjara di sidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (22/8). Terdakwa terbukti menjadi juru tulis Toto gelap (jurtul togel) tanpa ijin.

Warga Huta Purwodadi Kampung Lama Nagori Bah Jambi III kecamatan Tanah Jawa ini dipersalahkan jaksa melanggar pasal 303 (1) ke-2 KUH Pidana. "Saya menyesal yang mulia, saya berjanji akan tobat mohon hukuman saya diringankan", kata terdakwa.
Terdakwa ditangkap dari Lumban Tongatonga afd.XII Bah Jambi, Senin, 6 Mei 2019 pukul 15.30 wib. Polsek Tanah Jawa yang melakukan penangkapan sebelumnya telah menerima informasi terdakwa sering melakukan permainan judi jenis togel.

Barang bukti yang disita dari terdakwa, ponsel Nokia yang berisi pesan masuk dan terkirim berupa angka tebakan judi togel dan uang Rp 66 ribu. Menurut terdakwa, angka angka tersebut merupakan pesanan pembeli yang akan dikirim kepada bandarnya RUT (DPO).
Perjudian itu diadakan setiap hari Senin, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu yang bersifat untung-untungan. Terdakwa memperoleh upah 25 persen dari omzet penjualan togel tersebut.

Untuk pembacaan putusan, Majelis Hakim Roziyanti SH, Aries Ginting SH dan Justiar Ronald SH menunda persidangan hingga sepekan. (S03/c
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments