Sabtu, 14 Des 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Korupsi Pengadaan dan Pemasangan LPJU, ASN PPK Labuhanbatu Didakwa Rugikan Negara Rp 579 Juta

Korupsi Pengadaan dan Pemasangan LPJU, ASN PPK Labuhanbatu Didakwa Rugikan Negara Rp 579 Juta

admin Jumat, 11 Januari 2019 15:16 WIB
Medan (SIB) -Apatur Sipil Negara (ASN) Labuhanbatu berinisial S ST didakwa melakukan korupsi pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang bersumber dari APBD Labuhanbatu Tahun Anggaran 2013. Dia didakwa bersama Direktur Mangun Coy berinisial P (55), selaku rekanan yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp579.770.336,00.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Labuhanbatu, Hasan Afif Muhammad, Septian Tarigan dan Aron Siahaan. Dalam pengerjaan proyek ini, pada tanggal 2 Agustus 2013 bersama-sama Direktur Mangun Coy, P selaku rekanan, S ST selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) ditunjuk oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Labuhanbatu, untuk membangun LPJU di Jalan H Adam Malik, Kecamatan Rantau Utara/Selatan, senilai Rp 3.960.000.000.

"Perbuatan terdakwa bersama-sama dengan Saksi P, secara melawan hukum telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain pada kegiatan Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Jaringan LPJU," ucap JPU Afif di ruang sidang Cakra 9, Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (10/1).

Di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Aswardi Idris itu, JPU Afif melanjutkan, sekira bulan September 2013, terdakwa dan saksi Indramono Alias Incun menghubungi terdakwa untuk menanyakan dimana tempat pembelian bahan atau item-item kelistrikan untuk pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Jaringan LPJU.

"Setelah dihubungi, terdakwa langsung pergi sendiri mendatangi Toko Sinar Mandiri yang berada di Medan untuk bertemu dengan saksi Hartono selaku Pemilik Toko Sinar Mandiri, lalu terdakwa mengatakan kepada saksi Hartono akan ada orang yang mau membeli bahan-bahan atau item-item kelistrikan untuk pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Jaringan LPJU," katanya.

Selanjutnya, terdakwa memberikan daftar bahan atau item-item kelistrikan untuk pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Jaringan LPJU, kepada saksi Hartono selaku pemilik Toko Sinar Mandiri. Kemudian pada waktu itu juga saksi Indarmono atas permintaan saksi P melakukan negosiasi harga dengan tujuan untuk mendapatkan potongan harga sehingga mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

"Total harga yang dibayarkan PT Mangun Coy melalui saksi Indramono untuk keseluruhan bahan atau item-item Kelistrikan LPJU senilai Rp1.545.507.100," sebut JPU.

Sementara, untuk pembayaran proyek LPJU kata, JPU lagi, dilakukan sebanyak tiga tahap yang dikirim ke rekening Bank Sumut Cabang Rantauprapat dengan nomor rekening AC.210.01.04.003589-0 atas nama, PT Mangun Coy.

"Total keseluruhan anggaran yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Jaringan LPJU di Jalan H. Adam Malik (Jalan By Pass) Kecamatan Rantau Utara/ Rantau Selatan Tahun 2013 adalah sebesar Rp 3.486.973.636," ungkapnya.

Dalam kasus ini, JPU mendakwa terdakwa telah melanggar pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI No 20 tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke - 1 KUHP.

Usai membacakan dakwaan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa untuk mengajukan eksepsi. Namun, kedua terdakwa kompak menjawab untuk langsung masuk pada agenda pembuktian. "Langsung pembuktian saksi saja yang mulia," ucap terdakwa. Dengan demikian, majelis hakim menunda sidang tersebut hingga Jumat (18/1) pekan depan, dengan agenda keterangan saksi. (A14/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments