Minggu, 17 Nov 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Korupsi Dana Sepakbola, Mantan Ketua Pengcab PSSI Asahan Dibui 22 Bulan

Korupsi Dana Sepakbola, Mantan Ketua Pengcab PSSI Asahan Dibui 22 Bulan

Jumat, 17 Januari 2014 13:18 WIB
SIB/Int
PSSI Pengcab Asahan
Medan (SIB)- Mantan Ketua Pengurus Cabang Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Pengcab PSSI) Asahan, Ade Iskandar Astono, dijatuhi hukuman 1 tahun 10 bulan (22 bulan) penjara.

Sementara Wakil Bendahara PSSI Asahan, Abdul Rahim Situmorang dihukum 1 tahun penjara. Keduanya dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama yang merugikan negara Rp176,5 juta.

Selain dihukum kurungan badan, terdakwa Ade Iskandar juga dibebani denda Rp50 juta subsider 3 bulan penjara dan membayar uang pengganti Rp146,5 juta. Dari jumlah itu, terdakwa telah mengembalikan Rp100 juta yang dititipkan kepada Kejari Kisaran, sehingga terdakwa harus mengembalikan kekurangan sebesar Rp46,5 juta yang dapat diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

"Hal-hal yang memberatkan, terdakwa Ade Iskandar Astono pernah dihukum 3 bulan penjara perkara pengancaman,"kata Ketua Majelis Hakim SB Hutagalung saat membacakan amar putusan untuk terdakwa Ade Iskandar Astono dalam sidang di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (16/1).

Sedangkan terdakwa Abdul Rahim Situmorang dibebani denda Rp50 juta subsider 1 bulan penjara. Dia tidak dikenai hukuman tambahan membayar uang pengganti, sehingga uang yang dititipkannya kepada Kejari Asahan sebesar Rp30 juta diperintahkan majelis hakim dikembalikan kepadanya.

"Uang Rp30 juta yang dititipkan terdakwa Abdul Rahim Situmorang kepada Kejari Kisaran tidak ada kaitannya dengan pokok perkara, sehingga harus dikembalikan kepada terdakwa,"kata  SB Hutagalung saat membacakan amar putusan untuk terdakwa Abdul Rahim Situmorang.

Hukuman yang dijatuhkan kepada kedua terdakwa tersebut, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Kisaran. Sebelumnya Ade Iskandar dituntut 2 tahun penjara, sedangkan Abdul Rahim 1 tahun 6 bulan penjara.

Ade Iskandar dan Abdul Rahim dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Mereka menyalahgunakan wewenang untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dan merugikan negara.

 Menyikapi putusan majelis hakim, kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya masing-masing menyatakan pikir-pikir. Sikap serupa disampaikan JPU. Majelis hakim memberi waktu 7 hari bagi kedua belah pihak untuk menentukan sikap. (A13/w)
 
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments