Jumat, 19 Jul 2019

Komplotan Rampok Divonis 4 Hingga 8 Tahun Bui

admin Jumat, 12 Juli 2019 11:46 WIB
Ilustrasi
Simalungun (SIB) -Lima terdakwa perampok truk, divonis bervariasi di sidang Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis ( 11/7). Para terdakwa divonis masing masing 4 hingga 8 tahun, putusan tersebut sama (konform) dengan tuntutan Jaksa Barry Sugiharto SH.

Terdakwa Bayakman Sumbayak (38), warga Jalan Meranti Kelurahan Bane Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar divonis 8 tahun. Demson Mangasi Sihotang (41), warga Jalan Pdt. JW Saragih Gang Gong 2000 Siantar dan Sugirin als Girin (37), warga Aek Tarum Asahan masing-masing divonis 7 tahun. Terdakwa, Henry Jonni Butar Butar (36), warga Jalan Ragi Hidup Kelurahan Bane divonis 6 tahun.

Ke-4 terdakwa divonis lebih berat oleh hakim daripada terdakwa Lamhot Sariaman Siadari als Gondrong (34) warga Kelurahan Sigulanggulang Kota Pematangsiantar yang divonis 4 tahun.

Pertimbangan hakim, Gondrong membantu lancarnya pemeriksaan perkara pidana tersebut menjadi jelas, bersikap sopan dan berterus terang. Berbeda dengan 4 terdakwa lainnya yang tidak menunjukkan rasa penyesalan. Juga mempersulit proses persidangan dengan memberikan keterangan yang berbelit-belit, tidak jujur dan tidak bersikap sopan.

Majelis Hakim pimpinan Novarina Manurung SH sependapat dengan jaksa menyatakan para terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 365 (2) ke-1 dan 2 KUH Pidana. Komplotan perampok ini terbukti melakukan kejahatan dengan cara menganiaya, menodongkan senjata api dan parang terhadap saksi korban pengemudi mobil truk, Kamis, 20 Desember 2018 pukul 04.00 wib di jalan umum Pematangsiantar-Saribudolok Dusun Bongbongan Nagori Jangger Leto Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun.

Bermodalkan mobil Xenia yang dirental ke-5 terdakwa bersama 4 orang DPO telah merencanakan perampokan di jalan lintas berangkat dari Kota Pematangsiantar. Saat melintas berpapasan dengan mobil truk kuning BK 9345 NH yang dikemudikan saksi korban Suryadi Sitinjak dan Novrianto.

Para terdakwa dan para DPO ada yang memecahkan kaca, mengancam korban dengan parang dan senapang. Lalu membawa kabur dua ponsel, kartu ATM, STNK, SIM milik korban dan uang yang mengakibatkan korban mengalami kerugian Rp.9.180.000. Korban juga mengalami luka, karena dipukul pada bagian kepala belakang.

Usai persidangan, terdakwa Bayakman Sumbayak didampingi Pengacaranya Ramot SH akan mengajukan banding atas putusan tersebut. (S03/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments