Kamis, 17 Okt 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Kejaksaan Terbitkan DPO Mantan Kasek SMKN 2 Kisaran, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS Rp 1,6 Miliar

Kejaksaan Terbitkan DPO Mantan Kasek SMKN 2 Kisaran, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS Rp 1,6 Miliar

admin Rabu, 06 Maret 2019 11:04 WIB
SIB/Mangihut Simamora
PERLIHATKAN: Kasi Pidsus Kejari Asahan Aji Satrio Prakoso memperlihatkan foto Drs Z, mantan Kepala SMKN 2 Kisaran tersangka kasus dugaan korupsi dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) SMKN 2 Kisaran Tahun Pelajaran (TP) 2017, sebesar kurang lebih Rp 1,6 miliar, yang statusnya telah ditetapkan menjadi DPO oleh Kejari Asahan, Selasa (5/3).
Kisaran (SIB)-Kejari Asahan terbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Drs Z, mantan Kasek SMKN 2 Kisaran, tersangka kasus dugaan korupsi dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) SMKN 2 Kisaran Tahun Pelajaran (TP) 2017, sebesar kurang lebih Rp 1,6 miliar.

Demikian diungkapkan Kajari Asahan H Robert H Hutagalung SH CN melalui Kasi Pidsus Aji Satrio Prakoso di dampingi Kasi Datun Khairurrahman Nasution kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (5/3). "Kita juga telah melakukan pencekalan berangkat ke luar negeri terhadap Z ke Kejatisu untuk diteruskan ke Kantor Imigrasi," kata Aji.

Dijelaskan, sebelum diterbitkan DPO, Kejari Asahan telah melakukan 3 kali pemanggilan kepada tersangka, namun tidak pernah dihadiri. "Panggilan pertama dilayangkan November 2018 dan 2 kali di bulan Desember 2018. Karena tidak datang, kita mengecek ke rumahnya dan ternyata sudah kosong. Berdasarkan keterangan Kepling, rumah tersebut hanya disewa Z dan telah ditinggalkannya," ujar Aji.

Lanjutnya, kasus dugaan korupsi dana BOS ini, atas perbuatan Drs Z selaku Kasek SMKN 2 Kisaran pada waktu itu, telah menyebabkan adanya kerugian negara. Tidak tanggung-tanggung, kerugian negara Rp 900 juta.

"Kejari Asahan melakukan penanganan terhadap kasus ini sejak tahun 2018, atas laporan dari guru-guru di SMKN 2 Kisaran," terang Aji.

Aji menambahkan, pihaknya optimis dapat menangkap Z dalam pelariannya. Karena itu, Kejari Asahan mengerahkan segenap cara untuk memantau keberadaannya, termasuk absensi dan pengambilan gaji. Tidak lupa, dia mengharapkan peranan media untuk memplubikasikan status Z.

Ditanya apakah Z tersangka tunggal? Aji menjawab selama penyidikkan baru Z ditetapkan sebagai tersangka, namun tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.

"Setelah Z nanti tertangkap, kita akan kejar kemana aliran dana mengalir sehingga kemungkinan tersangka baru itu ada," pungkasnya. (E02/d)

T#gs Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS Rp 16 MiliarKejaksaan Terbitkan DPO Mantan Kasek SMKN 2 Kisaran
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments