Sabtu, 19 Sep 2020
  • Home
  • Kriminal
  • Hilang Sehari, 2 Warga Ditemukan Tewas di Parit Kebun Sawit PT SAB/KSU Amelia

Hilang Sehari, 2 Warga Ditemukan Tewas di Parit Kebun Sawit PT SAB/KSU Amelia

redaksi Jumat, 01 November 2019 13:12 WIB
Rantauprapat (SIB) -Dua warga ditemukan tewas mengenaskan dalam parit bekoan areal perkebunan sawit PT SAB/KSU Amelia di Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (30/10) sore dan Kamis (31/10). Kedua pria itu ditemukan tewas penuh luka setelah satu hari hilang dan putus kontak.

Korban Maraden Sianipar (55), warga Jalan Gajah Mada Rantauprapat Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu dan Martua Parasian Siregar alias Sanjai (40), warga Seiberombang Kecamatan Panai Hilir, ditemukan tidak bernyawa dengan penuh luka tusuk dan bacokan benda tajam di tubuhnya. Tangan kiri korban Maraden bahkan putus.

Mayat Maraden Siregar ditemukan warga dan personil Polsek Panai Hilir Polres Labuhanbatu di dalam parit perkebunan PT SAB/KSU Amelia, Dusun VI Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir, Rabu (30/10) sekira pukul 18:10 WIB.

Sedangkan Sanjai ditemukan tidak bernyawa, Kamis (31/10) sekira pukul 09:15 WIB, juga di parit bekoan perkebunan tersebut, berjarak 200 meter dari tempat ditemukannya mayat Maraden Sianipar.

"Mayat Sanjai ditemukan tadi jam 9 pagi di parit bekoan belakang gudang PT SAB/KSU Amelia, tidak jauh dari tempat almarhum Maraden Sianipar ditemukan. Sedangkan sepeda motor Pak Burhan yang mereka pinjam sudah hancur," kata warga Seiberombang.

Informasi yang diperoleh wartawan, Selasa (29/10), kedua korban datang menemui temannya, Burhan di Seiberombang dan meminjam sepedamotor Burhan. Namun, hingga Rabu (30/10), kedua korban tidak pulang dan tidak dapat dihubungi. Burhan yang merasa curiga kemudian melapor ke Polsek Panai Hilir memohon bantuan pencarian.

"Kami merasa aneh, karena putus kontak. Keduanya tidak bisa kami dihubungi. Korban masuk ke dalam areal PT SAB/KSU Amelia memakai kereta (sepedamotor) Pak Burhan, tapi sampai esok harinya mereka tidak kunjung pulang dan kereta tidak dikembalikan. Akhirnya saya dan Pak Burhan ke Polsek Panai Hilir," sebut teman kedua korban, warga Desa Wonosari.

Menurut sumber, kedua korban dan 2 temannya sempat berniat masuk ke areal perkebunan PT SAB/KSU Amelia. Setibanya di tengah jalan, mereka singgah di warung Desa Wonosari. Namun kedua korban meminta 2 temannya menunggu di warung.

Kedua korban, tambah sumber, juga sempat dilarang temannya masuk ke areal kebun sawit itu, lantaran takut terjadi hal buruk. Sebab, Senin lalu ada melihat tiga orang laki-laki diduga penjaga palang pintu membawa sajam.

Korban Sanjai dan Maraden masuk ke areal perkebunan itu sekira pukul 13:00 WIB.

"Hingga jam tiga sore, Pak Burhan masih berkomunikasi dengan korban melalui hanphone. Setengah jam kemudian dihubungi lagi, masuk tetapi tidak diangkat," sebutnya.

Hingga malam harinya, HP korban masih aktif, namun panggilan tidak ada yang menyahuti. Hingga keesokan harinya, teman korban, Burhan dan Bintang melapor ke Polsek Panai Hilir.

Setelah menerima laporan, Bintang, Burhan Nasution dan sejumlah personel Polsek Panai Hilir turun ke areal perkebunan tersebut melakukan pencarian.

Sekitar jam 6 sore, Maraden Sianipar ditemukan sudah tidak bernyawa berada di dalam parit areal belakang mess perkebunan itu. Tangan, badan dan kepala korban penuh luka bacok. Ditemukan juga tusukan senjata tajam pada perut korban. Dari kondisi itu, Maraden Sianipar diduga kuat dibunuh lebih dari satu orang. Jenazah Maraden kemudian dibawa ke Puskesmas Seiberombang untuk dibersihkan dan divisum.

Pencarian dilanjutkan, Kamis (31/10) pagi. Tim polisi bersama warga menemukan Sanjai juga di parit kebun, berjarak 200 meter dari tempat Maraden ditemukan, sekira pukul 09:15 WIB.

Ada yang menyebut kedua korban, wartawan media cetak mingguan. Namun ada juga yang sebut keduanya aktivis LSM.
Kapolsek Panai Hilir AKP Budiarto saat dikonfirmasi wartawan membenarkan, pihaknya telah menemukan korban Maraden Sianipar dan Sanjai dalam kondisi tidak bernyawa.

Korban Maraden Sianipar (55), warga Jalan Gajah Mada Kelurahan Binaraga Rantau Utara, ditemukan di parit belakang kontainer milik PT SAB/KSU Amelia, Rabu sore dan korban Sanjai ditemukan, Kamis (31/10) pagi.

Setelah itu, personel Polsek mengevakuasi dan membawa mayat korban ke Puskesmas Seiberombang Kecamatan Panai Hilir untuk dilakukan pemeriksaan awal secara medis.

"Benar, mayat Sanjai telah kita temukan tadi pagi. Lokasi penemuan korban Maraden Sianipar dengan Sanjai berjarak 200 meter," ungkap Budiarto.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat menyebut, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait temuan mayat tersebut.
"Masih penyelidikan, Pak," sebut Agus menjawab wartawan melalui pesan WhatsApp. (BR6/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments