Jumat, 07 Agu 2020
  • Home
  • Kriminal
  • Hakim PN Medan Vonis Seumur Hidup Pengedar 35 Kg Sabu

Hakim PN Medan Vonis Seumur Hidup Pengedar 35 Kg Sabu

Kamis, 22 November 2018 11:18 WIB
Medan (SIB) -Majelis Hakim yang diketuai oleh Ahmad Sayuti memvonis terdakwa Amiruddin alias Amir selama seumur hidup penjara. Dia dinyatakan terbukti memiliki serta mengedarkan narkotika jenis sabu seberat 35 Kg dan ekstasi sebanyak 70.905 butir.

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Amiruddin alias Amir selama seumur hidup," ucap Hakim Sayuti di Ruang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (21/11) sore.

Majelis Hakim berpendapat, terdakwa Amiruddin bersama-sama dengan Dedi Saputra Marpaung, Zulkifli bin Ismail dan Amrizal alias Amri (meninggal dunia) telah terbukti melakukan permufakatan jahat dalam jual beli, menyerahkan atau menerima narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram.

Menurut hakim, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa Amiruddin tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba. "Perbuatan terdakwa Amiruddin terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," pungkas hakim Sayuti.

Menanggapi putusan itu, terdakwa yang tanpa didampingi penasehat hukumnya menyatakan pikir-pikir. Senada dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jacky dari Kejari Medan yang telah menuntut terdakwa Amiruddin dengan pidana mati. "Kamu hanya punya waktu pikir-pikir selama 7 hari," ujar hakim Sayuti seraya mengetuk palu menutup sidang

Selain Amiruddin, dua rekannya dalam kasus ini, yakni Dedi Saputra Marpaung bin Sobari dan Zulkifli bin Ismail alias Joel masih menunggu putusan hakim. Keduanya juga dituntut dengan pidana mati.

Dalam dakwaan JPU, terdakwa Zulkifli disuruh Amrizal untuk membawa sabu dan ekstasi ke Medan. Zulkifli dijanjikan akan mendapat upah sebesar Rp 40 juta. Awalnya, Zulkifli menerima uang Rp 1,3 juta, sedangkan Dedi mendapat Rp 200 ribu yang diberikan oleh Amrizal.

Saat tiba di Lhoksomawe, Zulkifli dan Dedi menyewa satu unit mobil Avanza selama 3 hari dengan harga sewa Rp 900 ribu. Kedua pria ini ke Pasar Ponton untuk bertemu Amrizal yang kemudian memberikan uang sebesar Rp 1,5 juta kepada Zulkifli dan Dedi sebagai ongkos operasional membawa sabu serta ekstasi ke Medan.

"Amrizal menyuruh Zulkifli dan Dedi untuk bertemu seseorang di daerah Tualang Cut, Kuala Simpang, Aceh Tamiang," kata JPU. Amrizal berjanji kepada keduanya untuk mentransfer uang Rp 1 juta setelah tiba di Medan. Tidak lama, Zulkifli dan Dedi dihubungi oleh Basri untuk serah terima narkotika di Jalan Lintas Medan-Aceh Tualang Cut.

Narkotika diletak di bawah jok tengah mobil yang ditumpangi Zulkifli dan Dedi. Keduanya pun menuju Medan. Tiba di kota terbesar ketiga di Indonesia itu, Zulkifli menelpon Amrizal dan memberitahukan mereka sudah parkir di Hotel Antara.

"Kemudian, Zulkifli dihubungi oleh Dedi yang memberitahukan kunci mobil beserta narkotika sudah diserahkan kepada Amiruddin," pungkas JPU dari Kejari Medan itu.

Ketika keduanya bertemu, Dedi memberikan kunci kereta Honda Scoopy milik Amiruddin kepada Zulkifli. Tidak lama, Zulkifli dan Dedi didatangi oleh petugas kepolisian dari Sat Res Narkoba Polrestabes Medan.

Saat bersamaan, Amiruddin sudah berhasil ditangkap terlebih dahulu dengan barang bukti berupa dua tas ransel hitam berisi sabu seberat 35 Kg dan ekstasi sebanyak 70.905 butir. Ketika diperiksa, Zulkifli dan Dedi mengakui, narkotika yang diberikan kepada Amiruddin berasal dari Amrizal.

"Berdasarkan informasi itu, petugas gabungan dari BNN, BNNP Sumut dan Polresta Medan melakukan pengejaran terhadap Amrizal. Namun, karena Amrizal berusaha melarikan diri, dia ditembak hingga meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit," tandas JPU. (A14/d)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments