Jumat, 17 Jan 2020
  • Home
  • Kriminal
  • Enam Bulan Buron, Pelaku Penggelapan Ditangkap di Rumahnya

Enam Bulan Buron, Pelaku Penggelapan Ditangkap di Rumahnya

admin Jumat, 23 Agustus 2019 12:30 WIB
Ilustrasi
Tanjungbalai (SIB) -Enam bulan jadi buronan penegak hukum, akhirnya tersangka pelaku penggelapan ditangkap Timsus Gurita Polres Tanjungbalai, Senin (19/8).

HS (39) tega mengkhianati kepercayaan pemilik grosir kelontong tempatnya bekerja. Tersangka yang sudah dipercaya Syaifuddin (45) untuk mengantarkan barang-barang kelontong ke kedai dan toko milik pelanggannya ternyata disalahgunakan tersangka.

Berawal dari kecurigaan korban Syaifuddin yang merupakan anggota Polri, Selasa 12 Februari 2019 sekira pukul 11.00 WIB. Korban terkejut saat memeriksa buku hasil penjualan usaha grosirnya, masih ada beberapa toko atau kedai yang belum melunasi pembayaran pesanan barang.

Lantas korban bertanya kepada HS yang bertugas mengantar barang kelontong ke pelanggannya tentang uang hasil penjualan. Tersangka berdalih barang belum terjual. Curiga telah dibohongi, korban mendatangi kedai yang belum membayar sesuai data pembukuan.

Para pemilik kedai yang ditemui korban mengaku, telah membayar lunas dan menunjukkan bukti kwitansi pembayaran kepada korban. "Korban anggota Polri, karena kesibukannya maka korban memberikan kepercayaan kepada tersangka untuk mengantarkan pesanan barang dari grosirnya ke pelanggan. Ternyata kepercayaan itu disalahgunakan," ujar Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai kepada wartawan, Rabu (21/8) membenarkan penangkapan tersangka.

Mengetahui majikannya telah mendatangi kedai yang dianggap berhutang, tersangka hari Sabtu 23 Februari 2019 sekira pukul 21.30 WIB mendatangi rumah korban dan menjelaskan kepada korban, tidak satupun pelanggan tertunggak pembayaran pesanan barang. Namun uang hasil penjualan tanpa sepengetahuan korban telah digunakan tersangka untuk kepentingan pribadinya.

Bahkan tersangka membuat surat pernyataan akan mengembalikan seluruh uang hasil penjualan yang dipakainya, paling lama 1 Maret 2019. Ironisnya, janji tidak ditepati, malah tersangka kabur dari tanggungjawabnya, setelah mengetahui korban melaporkan dirinya ke Polres Tanjungbalai, sesuai bukti laporan Polisi Nomor : LP/71/III/2019/SU/TJB tanggal 12 Maret 2019.

Akibat kejadian itu, korban mengaku menderita kerugian materil sebesar Rp 43.165.000. Setelah enam bulan buron, anggota kita mendeteksi keberadaan tersangka di rumahnya. Tersangka yang melihat kedatangan petugas masuk ke dalam rumah.

Tersangka tidak berhasil ditemukan, sementara pintu dapur terbuka. Diduga tersangka hendak mengelabui petugas dengan membuka pintu dapur, agar dikira telah kabur dari pintu dapur. "Anggota curiga seorang yang badannya besar bisa kabur begitu cepat. Karena tidak yakin, sehingga anggota kita tetap memeriksa seluruh ruangan, dan ternyata benar tersangka bersembunyi di kolong tempat tidur," tegas Irfan. (A08/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments