Sabtu, 07 Des 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Dipukuli Gara-Gara Mengangon Lembu, Mengadu ke Polsek

Dipukuli Gara-Gara Mengangon Lembu, Mengadu ke Polsek

Rabu, 04 Februari 2015 11:20 WIB
Buntu Pane (SIB)- Hanya gara-gara mengangon (menggembala) ternak lembu di jalan lintas dekat perkebunan Afdeling IV Kebun Sei Silau, Radi (47) warga Dusun II Desa Sei Silau Timur Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan ditampar dan dipukul serta dikeroyok diduga oleh oknum Manajer berinisial JHT beserta anggotanya, Selasa (3/2).

“Bibir pecah, perut sakit dan kepala saya pening akibat tamparan dan pukulan mereka,” ujar Radi kepada SIB ketika membuat laporan ke Polsek Prapat Janji.
Dijelaskan,  berawal dari dirinya yang mengangon lembu di jalan lintas dekat Afdeling IV Kebun Sei Silau didatangi oknum Manajer  beserta anggotanya. Oleh centeng kebun berinsial P kemudian menyuruhnya untuk mengusir lembu-lembu yang diangonnya karena tidak boleh diangon di kebun. Padahal, sebut Radi, lembu miliknya tidak berada di wilayah kebun sedangkan Manajer dan anak buahnya memfoto-foto dirinya saat itu.

Radi lalu mengusir lembunya, namun karena masih ada di belakang dirinya mengusir sambil menunggu di atas sepeda motornya. Tetapi alangkah terkejutnya dia, oknum Manajer JHT menampar dan memukulnya hingga terjatuh dari sepeda motor. Begitu jatuh, tubuhnya langsung dipiting Mandor I dan seketika kepala serta perutnya dipukuli Manajer JHT bersama anggotanya. Dirinya sempat mau memberikan perlawanan namun sia-sia sebab kalah jumlah sampai akhirnya dia ditinggalkan.

Diterangkan, dengan kondisi lemas dibarengi rasa sakit di sekujur tubuh begitu juga di kepala, Radi selanjutnya melaporkan penganiayaan yang menimpa dirinya ke Polsek Prapat Janji.

Ketika hal ini dikonfirmasikan ke Manajer Kebun Sei Silau,  “Ini hari Manajer tidak bisa dikonfirmasi, lain kali aja datang orang abang,” ucap salah seorang security yang baru keluar dari kantor.

Kapolsek Prapat Janji AKP TP Butar-Butar yang dikonfirmasi di kantornya kepada wartawan membenarkan adanya laporan aksi pemukulan itu oleh  korban Radi. Korban saat ini sedang di visum, dan pihaknya menunggu hasil visum guna proses penyelidikan selanjutnya. (MS/BR4/i)




T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments