Selasa, 19 Nov 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Dipukul Pakai Kayu, Sugeng Tewas Bersimbah Darah

Direkonstruksi

Dipukul Pakai Kayu, Sugeng Tewas Bersimbah Darah

admin Rabu, 11 September 2019 11:31 WIB
SIB/Dok
REKONSTRUKSI : Adegan ke-7 rekonstruksi yang diperagakan AH sesaat sebelum mengayunkan balok ke bagian belakang kepala pemeran pengganti Sugeng, Selasa (10/9) di Kantor Unit PPA Satreskrim Polres Sergai
Sergai (SIB) -AH alias T (22) mengayunkan sekuat tenaga sepotong kayu ke bagian belakang kepala Sugeng (55) yang diketahui cacat sejak lahir tewas bersimbah darah di rumahnya Dusun XIII, Desa Pulaugambar, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Pembunuhan sadis yang dilakukan AH, yang notabene merupakan keponakan Sugeng itu terungkap pada adegan ke-7, saat Polres Sergai menggelar rekonstruksi di Kantor Unit PPA Satreskrim, Selasa (10/9) sekitar pukul 10.00 WIB.

Ironisnya, sebelum memukul kepala pamannya, AH yang sudah merencanakan pembunuhan itu terlebih dahulu menghujamkan pisau ke bagian perut dan dada Sugeng sebanyak 8 kali hingga Sugeng memekikkan suara minta tolong sebelum akhirnya meregang nyawa. Proses penikaman itu diperagakan AH pada adegan ke-3.

Akibat suara minta tolong itu, Tusiwon (55) yang juga bagian dari keluarga dan tinggal tak jauh dari rumah Sugeng, kaget bukan kepalang. Tusiwon, sempat meluapkan kemarahannya kepada AH dengan memukul dadanya. Usai melihat pemandangan mengerikan itu, Tusiwon kembali keluar dari rumah Sugeng.

AH, sempat keluar dari rumah Sugeng dan duduk menyandar di dinding rumahnya dengan wajah penuh penyesalan. Rekonstruksi peristiwa yang terjadi pada Rabu (24/7) sekira pukul 10.30 WIB itu berakhir dengan 16 adegan yang dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU), pengacara, orangtua dan keluarga AH.

Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Hendro Sutarno kepada wartawan mengatakan, rekonstruksi bertujuan untuk mengetahui lebih jelas lagi kronologi peristiwa sadis itu serta melengkapi berkas untuk dilimpahkan ke JPU. Tersangka, kata Kasat, akan dijerat pasal 340 juncto pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 18 tahun penjara atau hukuman mati. (T09/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments