Sabtu, 06 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Kriminal
  • Diduga Sodomi ABG, Oknum PNS Dilapor Ke Poldasu

Diduga Sodomi ABG, Oknum PNS Dilapor Ke Poldasu

Selasa, 21 Januari 2014 10:49 WIB
Medan (SIB)- ZN, korban sodomi yang diduga dilakukan oleh S (50), warga Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mendatangi Subdit IV Renakta Ditreskrimum Poldasu, Senin (20/1).

ZN yang saat itu didampingi ibu kandungnya dan Kuasa hukum Komnas Perlindungan Anak (PA)  Sumantri SH mengatakan, S yang merupakan oknum PNS itu telah menjadikan korban sodomi selama 5 tahun, sejak ia bersekolah di kelas 1 SMU.

Kepada wartawan, ZN mengatakan, awal kejadian itu ketika ada pertandingan bola 10 Maret 2008 lalu. "Saat itu, S memanggil saya dengan alasan akan menjadikan saya sebagai partner pertandingan bola," ujar ZN.

Sekira pukul 21.00 WIB, ZN kembali mendapat SMS dari S yang memintanya datang di kantor desa. Setibanya di sana, S meminta ZN mengerjakan pekerjaan tangan. Karena sudah tengah malam, ZN permisi pulang, namun S tak mengizinkanya dan memaksa korban meminum minuman keras.

"Saya sudah coba melawan tapi terus dipaksa. Akhirnya, saya minum sampai tersedak 3 kali dan merasakan pusing. Saat itulah kejadian itu terjadi. Kemudian dia menyuruh saya memakai pakaian dan pulang, setelah memberi sejumlah uang," jelasnya.

Usai kejadian itu, tambahnya, S terus memaksa untuk melakukan hal itu dan mengancam akan menghabisinya bila menolak.

Perbuatan S pada saat perayaan malam Tahun Baru 2014 lalu. Saat itu, ZN dipaksa pelaku membeli minuman air mineral dan mengantarkannya ke kantor desa. "Setibanya di kantor desa, saya melihatnya sudah mabuk. Saya ditangkap dan dipaksa membuka baju dan celana hingga akhirnya robek," ceritanya.
Untungnya, sebelum S melakukan aksinya, terdengar suara A menggedor-gedor pintu. "Anehnya, saat itu justru saya dipukuli A dan S. Kasus pemukulan itu sudah dilaporkan ke Polsek Percut Sei Tuan, sedangkan untuk kasus sodominya saya lapor ke komnas PA," tambahnya. mengakhiri.

Sementara, Sekretaris Komnas PA Medan Jhoni Anthoni Teguh Harahap mengatakan, pihaknya mengecam keras sikap S itu. Ia berjanji, akan memberikan efek jera bagi pelaku. "Komnas PA akan mengawal kasus ini ke jalur hukum," tegasnya.

Kuasa hukum Komnas PA Sumantri SH mengatakan, la laporan kasus itu telah diterima Subdit Renakta Ditreskrimum Poldasu. "Laporan tertuang dalam nomor laporan 76/ I / 2014 SPKT II. Dalam laporan ini, terlapor akan dijerat dengan Pasal UU Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002, Pasal 81 dan Pasal 82, yakni tentang perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur," terang Sumantri.

Ketika dikonfirmasi, S mengatakan, semua itu hanya fitnah yang dilontarkan agar nama baiknya tercemar. "Itu fitnah, mana mungkin saya lakukan itu. Ada pihak- pihak yang tidak senang kepada saya, sehingga difitnah seperti ini," katanya. (A23/x)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments