Rabu, 11 Des 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Diduga Lakukan Pemerasan, Oknum Ketua LSM Terjaring OTT di Medan

Diduga Lakukan Pemerasan, Oknum Ketua LSM Terjaring OTT di Medan

admin Rabu, 17 Juli 2019 21:17 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Polda Sumut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), JN di salah satu kafe Jalan DR GM Panggabean, Kamis (4/7). JN yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini ditangkap lantaran diduga melakukan pemerasan.

Menurut informasi yang dihimpun di Mapolda Sumut, JN melakukan pemerasan terhadap Muhamad Aswin Lubis, di mana JN dikabarkan mengetahui adanya dugaan penyelewengan dana proyek rutin Pemeliharaan dan Perawatan jalan dan jembatan, oleh Dinas Bina Marga Pemprov Sumut. Dari tersangka, petugas menyita barang bukti uang tunai Rp9.950.000.

Kanit 5 Subdit IV/Renakta Polda Sumut, Kompol Alberson yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kasus OTT itu. "Ia benar ada kita periksa. Ia ditangkap Tim Saber Pungli," sebut Alberson, Selasa (16/7).

Berkaitan kasus ini, untuk kepentingan penyidikan, Kabid Pengaduan Inspektorat Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) YM pun dipanggil untuk diambil keterangannya. Berhembus informasi, YM diperiksa lantaran menginformasikan proyek bermasalah itu ke JN.

"Kami panggil YM karena tersangka ada mengirim surat ke Inspektorat soal proyak tersebut. Surat pengaduannya pun asal-asalan. Sewaktu surat masuk ke Inspektorat pun menurut YM surat dari JN itu tanpa diregister langsung dikirimkan ke Dinas Bina Marga," terangnya.

Kembali Alberson menegaskan, informasi soal YM membeberkan proyek bermasalah itu ke JN itu tidak benar. "Pemeriksaan YM sebatas untuk mencari surat pengaduan yang dijadikan JN untuk memeras Aswin. Kemungkinan pun nanti kita periksa lagi orang Dinas Bina Marga nya, sudah sampai mana surat itu," sebut Alberson.

Sementara itu, Kasubdit IV/Renakta Polda Sumuy Kompol Reindhard Nainggolan mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus ini. "Ini tangkapan dari Intel dan diserahkan kepada kita untuk menanganinya," ucapnya.

Ia mengatakan, modus tersangka meminta uang kepada korban karena mengetahui adanya dugaan proyek yang bermasalah. "Dia (tersangka) meminta uang," jelas dia.

Sejauh ini, pihaknya masih menetapkan seorang tersangka dan telah memeriksa beberapa orang saksi. "Tersangka satu orang. Sedangkan untuk saksi sudah beberapa orang kita periksa termasuk YM," kata dia. (M18/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments