Minggu, 21 Jul 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Diduga Korupsi Dana Kube Rp 399 Juta, Polres Pematang Siantar Tetapkan Mantan Kabid Dinsosnaker Tersangka

Diduga Korupsi Dana Kube Rp 399 Juta, Polres Pematang Siantar Tetapkan Mantan Kabid Dinsosnaker Tersangka

admin Jumat, 12 Juli 2019 11:47 WIB
SIB/Andomaraja P Sitio)
TUNJUKKAN: Kapolres Pematangsiantar AKBP Heribertus Ompusunggu SIK menunjukkan uang sebesar Rp 11 juta disita dari tersangka inisial CH mantan Kabid Kesra Dinsosnaker Pemko Siantar, Kamis (11/7) sore.
Pematangsiantar (SIB) -Diduga korupsi penyaluran dana Kelompok Usaha Bersama (Kube) tahun 2013 sebesar Rp 399 juta, mantan Kepala Bidang Kesejahteraan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Kabid Kesra Dinsosnaker) Pemko Pematangsiantar inisial CH ditetapkan jadi tersangka oleh Polres Pematangsiantar.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Heribertus Ompusunggu saat memaparkan kepada wartawan, Kamis (11/7) sore, menerangkan penetapan tersangka setelah peningkatan penyidikan kelengkapan berkas sesuai laporan polisi: LP/354/VII/2015/Reskrim, tanggal 23 Juli 2015.

Tersangka melakukan pemungutan sebesar Rp 9-10 juta setiap kelompok (Kube) terkait penyaluran dana dari 20 kelompok usaha bersama (Kube) yang mendapatkan dana bantuan Kementerian Sosial RI sebesar Rp 20 juta setiap kelompok Kube melalui rekening Bank Sumut di Jalan Merdeka Pematangsiantar.

Diterangkan Kapolres, tersangka CH pensiunan PNS (Mantan Kesra Kabid Dinsosnaker) tinggal di Jalan Pdt JW Wismar Saragih, Kecamatan Siantar Martoba terlibat korupsi penyaluran dana Kube tahun 2013 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 399 juta sesuai keterangan ahli Badan Pemeriksa Keuangan Pusat (BPKP) perwakilan Sumut setelah dilaporkan tahun 2015 lalu.

Dikatakan Heribertus, peruntukan penyaluran dana kelompok usaha bersama (Kube) sesuai aturan disalurkan untuk 20 kelompok dengan peraturan pemberdayaan sosial dan kemiskinan No 130/DYS-P.2/KPTS/03/2013 tentang pedoman pelaksanaan Kube diterima setiap kelompok Kube sebesar Rp 20 juta.

Ditambahkan, dari hasil penyidikan petugas yang didasari empat alat bukti, yakni saksi, ahli, surat dan petunjuk, penetapan tersangka telah menemui unsur sesuai ketentuan berlaku. "Barang bukti berupa uang sebesar Rp11 juta turut disita dari mantan Kabid Kesra Dinsosnaker itu," terangnya.

Lanjut Kapolres, atas perbuatannya tersangka melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 UU RI No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi. Tersangka melanggar Pasal 2 dengan ancaman hukuman paling singkat selama 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara dan denda paling sikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Tidak hanya itu, tersangka turut melanggar Pasal 3 dengan ancaman paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 juta dan paling banyak sebesar Rp 1 miliar. (S10/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments