Rabu, 19 Jun 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Diduga Jual Tiket Bodong, Bos Nitari Tour & Travel Rantauprapat dan Admin Ditahan Polres

Diduga Jual Tiket Bodong, Bos Nitari Tour & Travel Rantauprapat dan Admin Ditahan Polres

* Agen Siantar Ikut Jadi Korban
admin Rabu, 12 Juni 2019 12:20 WIB
Ilustrasi
Rantauprapat (SIB) -Polres Labuhanbatu telah menahan bos Nitari Tour & Travel Rantauprapat, BP, sebelum lebaran. Mantan pejabat Pemkab Labuhanbatu itu ditahan bersama petugas admin, My diduga karena menjual tiket penerbangan diduga bodong sehingga merugikan puluhan agen dan ratusan calon penumpang.

"Bos Nitari Tour & Travel, BP sudah ditahan setelah ditetapkan tersangka penipuan dan penggelapan tiket bodong, termasuk My, admin Nitari juga telah ditahan," kata korban yang enggan disebut namanya, Selasa (11/6).

Sebelumnya, sejumlah agen bersama sub agen dan calon penumpang mendatangi kantor Nitari, karena kode boarding e-tiket yang dipesan secara online ditolak atau tidak dapat diprint. Mereka menuntut bos Nitari mengembalikan uang yang ditransfer ke perusahaan jasa itu. Namun, BP tidak mau mengembalikan dengan alasan tidak ada perjanjian kerjasama tertulis dengan agen-agen yang menuntut dan perusahaan penerbangan atau maskapai menunda keberangkatan.

Mendengar alasan BP itu, para agen mengadu ke Polres Labuhanbatu, dengan laporan polisi LP 442/V/2019/SPKT Res - LB pada Jumat 31 Mei 2019. Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan, kemudian memasang garis polisi pada Kantor Nitari Tour & Travel di Jalan Sirandorung Rantauprapat.

Setelah itu, agen dan masyarakat yang menjadi korban diduga tiket bodong itu terus berdatangan ke Polres Labuhanbatu meminta agar kasus tersebut diusut tuntas. Mereka dimintai keterangan. Ada yang mengaku telah menyetor Rp2 M, Rp700 juta, Rp500 juta, Rp300 juta dan Rp60 juta.

Tidak butuh waktu lama, polisi langsung menetapkan pemilik PT Nitari menjadi tersangka, setelah melakukan gelar perkara. BP dan pegawainya kemudian ditahan setelah dimintai keterangan.

PT Nitari Tour & Travel menjual tiket secara online memakai jasa agen-agen dibeberapa daerah, termasuk Siantar. Penjualan tiket pesawat itu dilakukan melalui facebook dan grup-grup WhatsApp (WA).

Agen asal Siantar, Austin Silalahi yang turut menjadi korban datang langsung ke Rantauprapat memastikan pemilik Nitari diperiksa Polres Labuhanbatu. Austin mengharapkan kasus penipuan ini diusut tuntas.

"Terimakasih untuk Kapolres Labuhanbatu yang langsung menanggapi pengaduan kami sehingga tidak ada lagi yang tertipu, seperti kami dengan membeli tiket bodong ini. Karena saya agen mengetahui kasus ini melalui Sub Agen yang berada di Rantauprapat sudah dikejar-kejar calon penumpang, dan banyak calon penumpang meminta uang tiket dikembalikan," kata Austin meminta agar para calon penumpang tetap bersabar menunggu proses hukum.

Sutrisno Ompusunggu, penasehat hukum para agen tiket Nitari Travel menyampaikan motif kecurangan yang dilakukan Nitari Travel, diduga mencetak dan memberikan e-tiket berisi nama penumpang dan kode booking yang keasliannya dipertanyakan atau diduga bodong.

Sementara Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Jama Kita Purba masih tertutup saat dikonfirmasi. Nomor kontak pribadinya saat dihubungi langsung terrijek. Ketika dihubungi via WhatssApp juga tidak ada tanggapan.

Ditemui sejumlah wartawan, Jama menyarankan konfirmasi langsung ke pimpinan. Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang menyebut, pihaknya masih melakukan pengembangan dan kemungkinan tersangka bisa bertambah. (BR6/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments