Senin, 16 Sep 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Diduga Dianiaya, Ketua Karang Taruna Desa Bunuraya Mengadu ke Polres Karo

Diduga Dianiaya, Ketua Karang Taruna Desa Bunuraya Mengadu ke Polres Karo

admin Selasa, 11 Juni 2019 12:27 WIB
SIB/Marlinto Sihotang
Pemeriksaan: Korban penganiayaan dan penculikan diduga dilakukan oknum berseragam polisi sedang menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Sat Reskrim Polres Karo, Senin (10/6).
Tanah Karo (SIB) -Ketua Karang Taruna Desa Bunuraya Suharja Sinuraya (32) diduga dianiaya dan diculik oknum personel Polres Karo, mengadu dan melaporkan perihal tersebut ke SPKT Polres Karo, Senin (10/6).

Menurut pengakuan korban Suharja Sinuraya didampingi ibu kandungnya seusai memberikan keterangan di Polres Karo menyampaikan, kasus penganiayaan tersebut bermula masalah sepele. "Malam kejadian saya bersama Ari Suheri (20), warga Desa Mulawari sedang minum di lapo tuak "Nini Tambak" Tiga Panah. Kemudian saya berjalan dari meja menghampiri waitress dan bersenggolan secara tidak sengaja dengan pelaku," paparnya.

Tidak disangka, pelaku langsung menodongkan senpi jenis pistol kepada korban. "Gak tahu kau rupanya aku polisi," kata Suharja menirukan ucapan oknum polisi tersebut. Mendengar lawannya senggolan oknum polisi, korban memohon maaf. "Kalau kamu memang polisi saya mohon maaf," kata Suharja mengingatkan ucapannya pada malam kejadian.

Tetapi permintaan maaf tersebut sepertinya tidak digubris terduga pelaku dan terus saja mempermasalahkan senggolan tersebut. Bahkan menantang korban duel satu lawan satu di luar lapo tuak. Untuk menghindari kejadian lebih buruk, korban bersama temannya beranjak dari lapo tuak pulang ke rumah. "Sampai di depan rumah tiba-tiba saya dipepet dua mobil. Satu mobil avanza satu lagi mobil patroli polisi double cabin. Kemudian dua orang yang turun dari mobil patroli polisi dengan berpakaian dinas langsung memukuli korban sambil berkata korban harus dibawa ke Polres Karo untuk tes urin," beber Sinuraya.

Namun korban (Suharja) dini hari itu bukannya dibawa ke Mapolres Karo tetapi ke lapangan bola Samura Kabanjahe. Di lapangan Samura, kata korban, dia tidak hanya dipukuli oknum yang berseragam tetapi juga dipukuli oleh lima orang berpakaian sipil.

Kemudian, ibu kandung korban K Br Perangin-angin memohon kiranya kasus penganiayaan terhadap anaknya dibuat menjadi terang benderang. "Saya mohon dengan sangat persoalan anak saya ini diusut sampai tuntas. Hukumlah yang bersalah," harapnya.

Sementara, Polres Tanah Karo pun telah resmi menerima laporan pengaduan Ketua Karang Taruna Desa Bunuraya Baru Kecamatan Tiga Panah Karo itu. Laporan pengaduan korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum polisi anggota Polres Tanah Karo itu tertuang dengan Nomor : LP/327/V/2019/SU/Res T Karo, tanggal 31 Mei 2019. Dalam tempo singkat, Polres Karo juga sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dengan nomor : B/157/VI/2019/Reskrim tertanggal 04 Juni 2019 tentang dugaan terjadinya tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 Jo 351 dari KUHPidana yang terjadi hari Jumat tanggal 31 Mei 2019 sekira pukul 02.00 WIB di Desa Bunuraya Baru Kecamatan Tigapanah.

Polres Karo juga sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kabanjahe. SPDP bernomor : B/138/VI/2019/Reskrim tertanggal 04 Juni 2019 atas nama Kepala Kepolisian Resor Tanah Karo, Kasat Reskrim AKP Rasmaju Tarigan SH selaku penyidik.(K02/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments