Kamis, 14 Nov 2019
  • Home
  • Kriminal
  • Ancam dan Sekap Pasutri, Perampok Bersajam Dimassa di Percut Sei Tuan

Ancam dan Sekap Pasutri, Perampok Bersajam Dimassa di Percut Sei Tuan

admin Selasa, 27 November 2018 13:54 WIB
Medan (SIB)- Ancam dan sekap pasangan suami istri (Pasutri), seorang perampok bersenjata tajam (bersajam) pisau berinisial SR (40) warga Pasar XI Tembung Gang Famili Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, dimassa di Jalan Gambir Pasar VIII Desa Bandar Klippa, Senin (26/11) sekira pukul 06.00 WIB.

Informasi dihimpun wartawan di kepolisian menyebutkan, ketika itu sekira pukul 04.45 WIB, korban Zulkifli (61) dan istrinya Rosmelawati br Gultom (53) warga Jalan Gambir Pasar VIII Dusun I itu membuka pintu depan rumah dan berniat berangkat ke pajak untuk berjualan. Tiba-tiba SR yang sudah menunggu di depan rumah langsung menodongkan pisau ke pasutri tersebut.

Selanjutnya pelaku memaksa korban kembali masuk ke dalam rumah. Dengan rasa ketakutan lantaran nyawanya terancam, pasutri itu menuruti permintaan SR. Setelah itu pelaku mengikat kedua tangan pasutri itu dengan menggunakan baju. Tidak sampai di situ saja, pelaku juga membekap mulut kedua korban.

Pelaku yang masih mengarahkan pisau ke arah korban menanyakan dimana mereka menyimpan uang. Zulkifli mengatakan tidak memiliki uang lantaran belum jualan sama sekali. Setelah itu pelaku menuju teras rumah dan langsung melarikan sepedamotor Honda Revo BG 3095 QM milik korban.

Dengan spontan korban berteriak rampok. Seorang keluarga dan juga tetangga korban, Alwi Gultom (50) yang mendengar teriakannya korban langsung keluar rumah dan mengejar pelaku. Tidak jauh dari lokasi, Alwi berhasil menendang pelaku hingga terjatuh ke rawa-rawa. Keduanya pun terlibat pergumulan.

Tidak lama warga sekitar berkumpul di lokasi dan menghakimi SR. Emosi warga memuncak dan berusaha membakar pelaku hidup-hidup. Beruntung nyawa pelaku terselamatkan setelah Panit II Reskrim Ipda Ikhsan dan anggotanya yang mendapat informasi dari warga tiba di lokasi. Selanjutnya pelaku berikut barang bukti diboyong ke Mako guna menjalani pemeriksaan intensif.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri yang dikonfirmasi mengatakan, selain mengamankan pelaku, pihaknya juga menyita barang bukti berupa pisau, baju dan kain jilbab yang digunakan SR untuk menodong, mengikat dan membekap mulut korban. Juga mengamankan sepedamotor korban.

"Pelaku yang terlibat kasus pencurian dengan kekerasan itu dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," tegasnya sembari menambahkan pelaku nekad merampok untuk membeli sabu.

SR yang diwawancarai mengaku nekad merampok lantaran butuh dana memperbaiki betor serta membeli sabu. Diakui pelaku yang memiliki 4 anak itu jika ia sudah 2 tahun menjadi pecandu narkoba.

"Pekerjaanku selama ini bantu-bantu orang jualan ikan di Pajak Gurilla, Kecamatan Medan Perjuangan. Gajiku untuk beli sabu kurang, makanya aku nekad merampok," ungkapnya. (A16/h)

Editor: admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments