Rabu, 08 Jul 2020
  • Home
  • Kriminal
  • Polisi Tembak Mati Gembong Perampok Nasabah Bank

Polisi Tembak Mati Gembong Perampok Nasabah Bank

Senin, 10 Maret 2014 09:56 WIB
Jakarta (SIB)- Seorang perampok nasabah bank ditembak mati petugas kepolisian yang melakukan pengejaran terhadap tersangka. Tersangka bernama Armansyah alias Arman (31) merupakan gembong perampokan nasabah bank di kawasan Jabodetabek.

Kasat Reskrim Polres Kabupaten Bekasi Kompol Dedy Murti saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengungkapan tersangka itu.

"Benar. Tersangka terpaksa kita lakukan penembakan karena setelah diberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali tersangka tidak mengindahkannya. Tersangka juga berupaya melawan petugas saat sedang dilakukan pengembangan," jelas Dedy, Minggu (9/3/2014).

Dedy mengungkapkan, tersangka bersama kelompoknya pernah melakukan sejumlah aksi perampokan nasabah bank di Kabupaten Bekasi. Salah satunya adalah perampokan nasabah bank BCA di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis 18 Juli 2013 silam.

Saat itu, tersangka bersama 3 temannya merampas tas korban bernama Sujono (55) yang berisi uang sebesar Rp 100 juta. Perampokan dilakukan di Jalan Raya Setia Mekar No 9 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, beberapa menit setelah korban baru saja menarik uang itu
Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mengungkapkan, tersangka mengepalai kelompoknya dalam sejumlah aksi perampokan nasabah di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi.

"Catatan kita, tersangka bersama kelompoknya telah beraksi di belasan TKP di Jabodetabek," ucap Herry.

Informasi yang dihimpun, tersangka sebelumnya ditangkap tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Kabupaten Bekasi, di kawasan Jababeka, Kabupaten Bekasi, Jumat (7/3) sekitar pukul 23.30 WIB. Warga Klapanunggal, Bogor itu melakukan perampokan serupa bersama dua temannya berinisial Uc (DPO) dan Do (DPO).

Keterangan tersangka kemudian dikembangkan tim gabungan untuk menangkap Uc dan Do. Tersangka Arman kemudian disuruh untuk memancing tersangka Uc dengan alasan hendak mengajak merampok lagi.

Saat itu Uc menyetujuinya dan menentukan lokasi pertemuan yaitu di kawasan Jababeka, Kabupaten Bekasi. Uc saat itu hendak membawa serta tersangka Do.

Namun, saat tersangka Arman menunggu di lokasi yang ditentukan, ia tiba-tiba melarikan diri dalam kegelapan malam dan berlari ke arah semak belukar. Khawatir buruannya lepas, polisi pun memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak 3 kali.

Tembakan peringatan itu tidak diindahkan oleh tersangka, sehingga polisi terpaksa memberikan tembakan terukur. Tersangka pun akhirnya tersungkur setelah tertembak di bagian punggung yang menembus hingga ke dadanya.

Polisi kemudian membawa tersangka ke rumah sakit. Namun tersangka menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju ke rumah sakit. (detikcom/d)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments