Senin, 10 Agu 2020
  • Home
  • Kriminal
  • Mengaku Bisa Merubah Uang Jadi Emas, Dukun Cabul Diringkus

Mengaku Bisa Merubah Uang Jadi Emas, Dukun Cabul Diringkus

Rabu, 10 September 2014 11:42 WIB
Tebingtinggi (SIB)- Mengaku dukun, Ju (63) warga Jalan Sumber Bakti Lingkungan XII Kelurahan Arjosari Kecamatan Patumbak Kota Medan diringkus Polsek Tebingtinggi, Selasa (9/9). Tersangka yang sudah kakek itu menipu para korban dan mencabulinya.

Tersangka Ju ditangkap setelah Su (36) suami  seorang korban, warga Jalinsum Tebingtinggi - P. Siantar,  mengadu ke Polsek Tebingtinggi.

Menurut Su, istrinya ES (34) yang menderita penyakit kista dibawa berobat kepada tersangka Ju karena mengaku bisa mengobati penyakitnya. Namun, dalam proses pengobatan, tersangka mencabuli korban dengan cara meraba-raba bagian sensitif korban.

Setelah dicabuli, tersangka meminta uang Rp 350 ribu untuk biaya pengobatan, namun, penyakit korban tak kunjung sembuh. Kendatipun begitu, tersangka Ju kembali memperdayai korban dengan meminta uang Rp 800 ribu untuk diubah menjadi emas.

Istrinya, kata Su dicabuli tersangka setiap mereka berobat. "Setiap kali kami berobat, istri saya dibawa ke dalam ruangan dan suami tidak diperbolehkan ikut," ujarnya. Merasa aneh cara pengobatan sang dukun, istrinya menceritakan  proses pengobatan di dalam kamar.

Tersangka juga berhasil memperdayai Sum (30) dan TS (25) warga Kabupaten Sergai. Mereka mengaku mengalami kerugian Rp1.150.000. Si dukun berjanji akan mengubah uang tersebut menjadi emas jauh lebih berharga. "Kami tertipu, emas yang dijanjikan hanya imitasi," sebut korban Su dalam pengaduannya.

Sementara tersangka Ju saat diperiksa, mengakui sudah empat tahun menjadi dukun dan korbannya terhitung enam orang. Tersangka menggasak uang para korban. Korban yang berobat, juga diajak untuk melakukan hubungan suami istri sebagai syarat untuk menyembuhkan penyakit.

Kapolsek Tebingtinggi AKP Burju Siahaan membenarkan penangkapan seorang warga Patumbak yang mengaku sebagai dukun. (C15/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments