Senin, 06 Apr 2020
  • Home
  • Komunitas
  • Tidak Hanya Sekedar Kumpul, Komunitas Honda Giat Safety Riding

Tidak Hanya Sekedar Kumpul, Komunitas Honda Giat Safety Riding

redaksisib Senin, 16 Maret 2020 20:26 WIB

Bro Danil Lubis dari salah satu komunitas Honda Sonic Club Medan(SOCMED) saat diwawancarai baru-baru ini.

Medan (SIB)
Kehadiran komunitas Honda di Sumatera Utara kian marak seiring dengan kebutuhan dasar manusia untuk bersosialisasi, berinteraksi dan berkomunikasi dengan manusia lainnya. Kebutuhan tersebut juga menjadikan momen berkumpul bersama orang-orang dengan hobi dan type motor yang sama menjadi hal yang menyenangkan sekaligus menjadi wadah menunjukkan eksistensi dan mengembangkan kreativitas bersama.

Honda sendiri sangat memahami bahwa komunitas motor pada dasarnya tidak sekedar berkumpul atau hanya menyalurkan hobi semata, namun tidak sedikit dari mereka yang mengisi kebersamaannya dengan kegiatan sosial seperti halnya menyantuni anak panti asuhan, membersihkan rumah ibadah, membersihkan peninggalan sejarah, aksi tanam pohon, hingga menggelar aksi donor darah untuk membantu sesama.

Satu hal yang mungkin luput dari pengamatan orang awam pada umumnya, bahwa komunitas motor Honda juga sangat menjunjung tinggi keselamatan berkendara (safety riding) saat sedang naik motor di jalan. Tidak sedikit juga dari mereka yang berupaya memperkuat komitmen untuk selalu menerapkan nilai-nilai safety riding dalam aktivitas kesehariannya.

Seperti halnya yang dilakukan sebagian besar komunitas Honda yang mengharuskan para anggotanya, termasuk para member yang baru untuk selalu mengikuti kaidah safety riding. Saat berkendara, selain kendaraan harus dalam kondisi baik, maka anggota klub juga harus melindungi diri dengan menggunakan helm dan jaket, bahkan penggunaan sepatu juga menjadi hal yang menjadi perhatian. Bahkan hal ini diperkuat aturannya dalam AD/ ART di beberapa klub sehingga menjadi tontonan yang lazim saat kopdar motor anggota klub diperiksa kelengkapannya oleh bagian Tatib klub, bila klub diberi sanksi kesepakatan bersama seperti push up ringan, uang denda untuk kas dan hal lainnya.

Pada intinya, komunitas motor Honda tidak hanya menyebarkan virus safety riding terbatas hanya di dalam tubuh komunitasnya saja, namun upaya mereka untuk membudayakan safety riding dalam aktivitas kesehariannya tentunya menjadi pergerakan yang memberikan pengaruh positif bagi masyarakat luas untuk tidak hanya menjadikan penggunaan helm dan jaket sebagai perlengkapan berkendara, namun sebagai gaya hidup.

Bro Danil Lubis dari Sonic Club Medan (SOCMED) mengungkapkan, pada dasarnya para bikers Honda tetap menjunjung tinggi safety riding di dalam internal komunitasnya, karena hal tersebut juga tercantum pada ADART masing-masing komunitas. Karenanya jika ada member yang melanggar, maka akan akan dikenakan sanksi guna menumbuhkan kembali kesadaran para bikers untuk menjaga keselamatan baik dirinya maupun pengguna jalan yang lain, serta sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab untuk ikut mengkampanyekan safety riding dengan memberikan contoh kepada masyarakat. (Rel/R4/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments