Senin, 09 Des 2019
  • Home
  • Komunitas
  • Songsong HUT ke-74 RI, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Ziarahi TMP
  • Home
  • Komunitas
  • Songsong HUT ke-74 RI, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Ziarahi TMP
  • Home
  • Komunitas
  • Songsong HUT ke-74 RI, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Ziarahi TMP

Songsong HUT ke-74 RI, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Ziarahi TMP

* Kemerdekaan Bukan Hanya Diperjuangkan Satu Suku
admin Senin, 12 Agustus 2019 11:17 WIB
SIB/Dok
TABUR BUNGA : Ketua PSMTI Sumut, Tongariodjo Angkasa bersama pengurus melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan di Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (10/8), dalam rangka menyongsong HUT ke-74 RI.
Medan (SIB) -Kemerdekaan Indonesia bukan hanya diperjuangkan satu suku bangsa saja, tetapi ada tangan-tangan suku lainnya memerjuangkannya. Di era modernisasi sekarang ini, generasi muda dari suku apapun harus memertahankan Indonesia melalui pembangunan di berbagai bidang.

Hal itu dikatakan Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sumatera Utara (Sumut), Tongariodjo Angkasa Ginting saat ziarah ke Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (10/8).

Ziarah tersebut dalam rangka menyongsong Hari Kemerdekaan ke-74 RI untuk meningkatkan rasa nasionalisme, patriotisme dan cinta tanah air di dalam dada anggota serta pengurus PSMTI Sumut, PSMTI kabupaten/kota, kecamatan dan kelurahan.

"Sebagai warga negara yang baik, ziarah ke makam pahlawan itu sangat penting. Kegiatan ini sebagai salah satu wujud dalam menghormati jasa-jasa pahlawan yang sudah merebut kemerdekaan Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan Indonesia penuh pengorbanan dan memiliki jiwa dan semangat patriotisme. Kemerdekaan yang diperoleh merupakan pemberian nyata dari pahlawan kita, mereka berjuang tanpa membedakan suku, agama dan ras.

Sebagai bukti, kata dia, di Taman Makam Pahlawan ini, ada makam pahlawan yang beragama Islam, Kristen dan lainnya.

Dan ada juga veteran pejuang dari etnis Tionghoa yang dikubur di sini di antaranya, Hendry Wijaya (Lie Tak Heng) dan Kamsiah (Wong Kim Sui).

"Itu adalah bukti bahwa kemerdekaan dan pembangunan Indonesia bukan hanya seragam tetapi beragam. Artinya, bukan hanya satu suku saja, bukan hanya satu agama saja yang membuat Indonesia merdeka tetapi seluruh komponen bangsa," tegasnya.

Tongariodjo juga menekankan, generasi muda sebagai penerus bangsa harus memiliki rasa cinta tanah air dan toleransi yang tinggi. Sebab, kedua hal tersebut menjadi salah satu faktor maju dan berkembangnya negara Indonesia.

Generasi muda juga memiliki tanggung jawab dalam memertahankan kemerdekaan melalui prestasi di berbagai bidang baik pendidikan, ekonomi, olahraga, kesenian dan banyak lagi.

"Mudah-mudahan mereka bisa memiliki prestasi yang cemerlang sehingga negara lain tidak memandang "sebelah mata" terhadap negara Indonesia yang kita cintai ini," ujarnya.

Hadir dalam ziarah ke makam pahlawan tersebut, Ketua Dewan Penasehat PSMTI Sumut, Edy Djuandi, Ketua Dewan Kehormatan PSMTI Sumut, Teh Kia Tjoh, sejumlah pengurus di antaranya, Joko Dharmanadi, Kundjung, Solihin Chandra dan lainnya.

Selain PSMTI Sumut, PSMTI kabupaten kota, kecamatan dan kelurahan, juga dihadiri organisasi Tionghoa lainnya seperti, Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) Sumut, Senam Peremajaan Diri Indonesia (Haqi), Umat Buddha Nusantara (UBN), Perkumpulan Marga Lie Sumut dan Lovely Family Charity Group serta didukung oleh Sekolah Menengah Atas (SMA) Wiyata Dharma Medan. (R17/rel/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments