Minggu, 21 Jul 2019
  • Home
  • Komunitas
  • Resah Akibat Praktik Banting Harga, Komunitas Pemilik Sound System Dideklarasikan di Medan
  • Home
  • Komunitas
  • Resah Akibat Praktik Banting Harga, Komunitas Pemilik Sound System Dideklarasikan di Medan
  • Home
  • Komunitas
  • Resah Akibat Praktik Banting Harga, Komunitas Pemilik Sound System Dideklarasikan di Medan

Resah Akibat Praktik Banting Harga, Komunitas Pemilik Sound System Dideklarasikan di Medan

admin Senin, 08 Juli 2019 15:30 WIB
SIB/Dok
ACARA DEKLARASI: Para pengurus Komunitas Pemilik Sound System Medan Sekitarnya (KPSSM) diperkenalkan di hadapan para anggota saat acara deklarasi yang dilaksanakan di Wisma Taman Sari Medan, Senin (24/6) kemarin.
Medan (SIB) -Dua ratusan pemilik sound system beserta awak atau teknisinya (soundman) meramaikan acara deklarasi Komunitas Pemilik Sound System Medan Sekitarnya (KPSSM) di Wisma Taman Sari Medan, Senin (24/6) kemarin. Komunitas itu dideklarasikan sebagai wadah komunikasi untuk bertukar informasi terutama meningkatkan profesionalisme, menciptakan iklim usaha yang sehat dan menghindari perang harga demi kesejahteraan sesama pengusaha dan para awak atau soundman.

Acara deklarasi itu dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Medan OK Zulfie diwakili Paulus Silalahi, sejumlah advokat di antaranya R Tamba SH dan notaris Gorga Lumbanraja SH. Kalangan pemilik sound yang terlihat hadir di antaranya Daniel Sidabutar (Joy Sound), Sihol Tobing (Beta Sound), Dony Purba (Romy Musik), Jusner Lumban Gaol (Larisma Musik), D Tampubolon (Chyntia Musik), L Silaban (Bryan Musik), Julius Sitorus STh (Raya Boltok), JH Rajagukguk (Ganda Raya Musik), W Butar-butar (Pudan Musik) dan puluhan pemilik sound lainnya.

Nielson Sibuea didampingi Humas AHR Hutagalung ST (AHR Sound) kepada wartawan usai acara deklarasi itu menjelaskan, pembentukan komunitas itu didorong oleh keresahan para pemilik sound system di Sumut terutama Kota Medan sekitarnya (Medan Binjai Deliserdang) akibat terjadinya perang harga yang tidak sehat.

Hal itu dipicu banyaknya pemain baru yang membanting harga atau menawarkan harga sewa yang jauh di bawah pasaran baik untuk hajatan pernikahan di gedung maupun acara keluarga di rumah-rumah.

Perang harga yang tidak sehat itu lanjut Nielson Sibuea mengakibatkan para pengusaha sound system yang professional terganggu apabila tetap bertahan dengan harga pasaran normal. "Kalau kita ingin bermain di harga rendah tentunya akan berakibat rendahnya penggajian para soundman. Belum lagi harus membiayai mobil mengantar dan menjemput peralatan dan kita juga harus menyisihkan biaya perawatan peralatan," ujarnya.

Banyaknya pemain baru yang merusak harga pasar lanjut Sibuea akan berdampak juga pada rendahnya kualitas soundsystem itu sendiri. Soalnya soundman yang tidak memiliki kompetensi pasti tidak bisa menghasilkan suara musik yang merdu dan enak didengar.

Menurutnya banyak pemain baru yang mendadak merintis usaha sound system. Mereka bisa seenaknya menggaji anggotanya yang juga masih awam di bidang sound system. "Anak-anak tanggung bisa dibayar walau sekedar dapat makan dan uang rokok sehingga mereka ini (pemilik sound) seenaknya membuat harga sewa di bawah harga pasar. Sementara kita selama ini membayar upah pekerja lebih manusiawi supaya bisa menghidupi keluarganya," ucapnya.

Dia memastikan soundman yang dibayar dengan upah rendah pasti bukan soundman yang pengalaman. Makanya seringkali masyarakat komplain mendengar suara sound system yang berisik dan sangat mengganggu. Pengusaha sound system juga melekat dengan pekerja seni dan entertainment. Kita lah faktor utama mendukung artis penyanyi dan pemusik di panggung. Kita-kita ini juga mendukung kegiatan pemerintah seperti acara seminar, pelatihan, pelantikan dan lain-lain di dalam maupun di luar gedung. Makanya peran pengusaha soundsystem harus didukung masyarakat, Ormas dan pemerintah," kata Nielson Sibuea dengan tegas.
Dia mengatakan komunitas pemilik sound system Medan itu konon satu-satunya yang terbentuk di Pulau Sumatera. Untuk itu KPSSM ke depan akan menggalang komunikasi dengan para pemilik soun system yang ada di Pulau Sumatera. Komunikasi itu lanjut Sibuea perlu untuk saling bertukar informasi seputar

Dewan Pembina KPSSM terdiri dari Ketua Relieve Sane Pasaribu yang dikenal sebagai wartawan senior dan juga pengamat musik, R Siringo-ringo (Pluto Musik), ST MT Manullang (Febri Musik), TM Situmorang (Viva Musik), St A Gurning (Silau Raja Musik) dan St A Siregar (Dolis Musik). Sedangkan Dewan Penasehat terdiri dari J Siahaan (Aleggro Sound), L Simarmata (Talenta Musik), St Ir JH Rajagukguk (Ganda Raja Musik), BH Silaban MTh (Rumba Musik) dan A Silaban (Dolis Musik).

Pengurus KPSSM terdiri Ketua Umum GRD Panjaitan SH (Jaya Tama Musik), Ketua Harian Jhonson Sagala (Horas Musik), Sekretaris I Limson Damanik (New Artha Musik), Sekretaris II Morgan Marbun (Flow Musik), Bendahara Nielson Sibuea (Sacradeo Entertainment) dan Wakil Bendahara Wage Silalahi SPd (Wesly Musik).

Kepengurusan itu dilengkapi kordinator wilayah yaitu O Sianipar (Difas Musik) sebagai Korwil Medan Timur, Budi Manurung sebagai Korwil Medan Kota Budi Manurung (Sopo Sibisa), Toris C Silaban (Prima Musik) sebagai Korwil Amplas-Marindal-Patumbak, S Simanjuntak (Noel Musik) dan Sandro Sijabat (Aek Mual Musik) sebagai Korwil Mandala-Tembung, D Purba (Romi Musik) dan L Simarmata (Jojo Musik) sebagai Korwil Helvetia-Sukadono-Kelambir, Jusiner Marbun sebagai Korwil Setia Budi-Medan Baru, D Silaban sebagai Korwil Padangbulan-Simalingkar B, UP Simbolon SH (Tasya Musik) Korwil Simalingkar A, Jhon Tobing (Alfa Ent) sebagai Korwil Tanjunganom-Selayang, Mervin Aritonang (Aritonang Musik) dan J Hutajulu (Julu Musik) sebagai Korwil Martubung -Belawan, PH Nababan (Nabasa Musik) sebagai Korwil Binjai-Payabakung dan Perjuangan Tambunan (Gloria Musik) Korwil Sunggal-Srigunting). (R14/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments