Kamis, 19 Sep 2019
  • Home
  • Komunitas
  • Punguan Marga Tungkir Raja Rayakan HUT Emas di Kabanjahe
  • Home
  • Komunitas
  • Punguan Marga Tungkir Raja Rayakan HUT Emas di Kabanjahe
  • Home
  • Komunitas
  • Punguan Marga Tungkir Raja Rayakan HUT Emas di Kabanjahe

Punguan Marga Tungkir Raja Rayakan HUT Emas di Kabanjahe

admin Senin, 09 September 2019 16:20 WIB
SIB/Marlinto Sihotang
Pengurus kumpulan Marga Tungkir Raja periode 2019-2023 foto bersama dewan pendiri dan Togi Silalahi Situngkir SH, usai pelantikan saat merayakan ulang tahun emas ke-50 di Kabanjahe, Sabtu (7/9).
Kabanjahe (SIB) -Punguan marga Tungkir Raja, boru, bere dan ibebere yang berdomisi di Kota Kabanjahe dan Berastagi sekitarnya, merayakan pesta hari ulang tahun ke-50 tahun atau HUT Emas, Sabtu (7/9) di Kabanjahe.

Marga Tungkir Raja merupakan salah satu keturunan dari Raja Silahi Sabungan. Ulang tahun emas ini, dihadiri keturunan Tungkir Raja beserta boru dan bere yang berdomisili di Kota Kabanjahe dan Berastagi. Pesta itu diawali ibadah yang dipimpin Pdt R Br Sagala STh mengambil tema, "Puji Ma Jahowa Ale Tondingku, jala Unang Tung Halupahon Denggan ni BasaNa Sudena(Psalmen 103: 2).

"Kemudian, sub temanya yaitu Marhite Pesta Ulang Tahun Emas ke-50), Punguan Tungkir Raja Boru Bere Ibebere asa lam patuduhon ngolu na mamuji denggan basa ni debata," kata Ketua Panitia HUT Emas, Posmaluddin Sipayung.

Kebaktian, dilanjutkan dengan pelantikan kepengurusan marga Tungkir Raja Kabanjahe dan Berastagi Kabupaten Karo periode 2019- 2023 yang terdiri dari Ketua Bp Krismanto Situngkir, Wakil Ketua Bp Jan Kaspri Situngkir, Bendahara Ibu Ami Br Sitanggang serta sekretaris Bp Rainhard Sijabat dan Bp Karia Damanik.

Pengurus periode 2019-2023 terpilih, dilantik salah satu pendiri Punguan Tungkir Raja Kabupaten Karo yaitu Opung Clay Situngkir. Saat melantik, ia berpesan supaya pengurus yang baru dapat memajukan Punguan Tungkir Raja di Kabupaten Karo khususnya Kabanjahe. "Tunjukkan bahwa kita orang beradat dan berbudaya, " katanya.

Sementara, ketua terpilih periode 2019-2023 menyampaikan harapannya, kiranya Punguan Tungkir Raja semakin solid. "Punguan ini berdiri tahun 1969, sudah sepatutya kita membesarkan punguan ini, " katanya.

Salah satu putra pomparan Silalahi, Togi Silalahi SH, yang secara khusus datang dari Jakarta menyatakan, acara seperti itu harus dilestarikan sebagai cagar budaya yang akan ditiru generasi muda Tungkir Raja selanjutnya. Ia juga meminta punguan ini bersinergi dengan pemerintah setempat untuk pembangunan Kabupaten Karo yang lebih baik.(k02/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments