Kamis, 06 Agu 2020
  • Home
  • Komunitas
  • Mario Iroth Berbagi Pengalaman Touring ke Luar Negeri

Mario Iroth Berbagi Pengalaman Touring ke Luar Negeri

redaksisib Minggu, 05 Juli 2020 17:44 WIB
Foto Ilustrasi

Para rider saat touring dari Malaysia hingga Thailand. 

Mau toring ke luar negeri? Misalkan keliling ke negara-negara ASEAN seperti yang pernah dijalani Mario Iroth pada tahun 2013 lalu. Dari obrolan dengan Mario Iroth terungkap ada beberapa dokumen persyaratan yang harus diketahui dan dilengkapi.

The Carnet de Passages en Douane
Ini dokumen penting, The Carnet de Passages en Douane (sering disebut Carnet atau CPD). Ada banyak negara yang meminta kelengkapan dokumen Carnet ini dan wajib dikantongi rider antar negara.

Sebagai rider Indonesia yang akan ke luar negeri, dipersyaratkan untuk memiliki CPD, yang mana permohonannya dapat diajukan kepada IMI (Ikatan Motor Indonesia) via online http://imi.co.id/id/ pilih menu CPD IMI. Dari situs IMI tersebut akan diperoleh dokumen Form Permohonan CPD IMI dan juga Panduan CPD.

Menurut Mario Iroth, sebagai rider asal Indonesia yang akan membawa sepedamotor ke luar negeri wajib pula membawa kembali sepedamotor tersebut ke Tanah Air, walaupun motor dalam keadaan rusak atau sudah hancur sekali pun.

“Untuk itu harus ada uang jaminan yang dideposito kepada IMI, besarnya sekitar 25% dari harga faktur kendaraan tersebut. Uang ini bisa dikembalikan dengan syarat sepeda motor atau bangkai motor sudah tiba kembali di Indonesia, asalkan bagian data dari nomor mesin dan nomor rangka bisa dibaca dan cocok dengan data pada dokumen CPD. Jika motor ataupun bangkai motor tidak kembali lagi tentu saja uang deposito ini tidak bisa dicairkan,” jelas Mario Iroth dalam obrolannya.

“Jadi uang deposito tersebut harus disetorkan kepada IMI, dan di samping itu kita juga harus melengkapi dokumen persyaratan yang lain antara lain SIM lokal, SIM international, paspor dan asuransi perjalanan (travel insurance),” tambah Mario yang didampingi Lilis Handayani.

Untuk memperoleh SIM international kini sudah sangat mudah, hanya butuh waktu 5 " 10 menit, asalkan sudah memiliki SIM lokal dan paspor yang masih berlaku.

Bagaimana dengan VISA?
Kalau touring sebatas di kawasan ASEAN sebagai warga negara Indonesia sudah tidak perlu lagi mengurus visa, kecuali jika sudah toring menuju Bangladesh, India, Pakistan, Iran, Turki, dan seterusnya hingga negara-negara EU (European United) maka dokumen visa ini wajib diperoleh dari kantor kedutaan yang ada di Indonesia.

“Yang jadi masalah ketika hendak mengurus visa untuk dilekatkan pada buku paspor. Proses ini tidaklah begitu mudah, karena setiap negara (kantor kedutaan) di Indonesia yang akan dikunjungi akan menanyakan soal jaminan keuangan selama berada di sana. Maksudnya kalau kita sakit atau terjadi musibah kecelakaan, siapa yang akan menanggung?” katanya.

Proses pengurusan visa untuk setiap negara di kawasan Euro ini biasanya dengan syarat besarnya sejumlah angka yang dimiliki di buku rekening pribadi. Jadi siapkan dulu dana yang cukup besar di rekening bank, dan tunjukkan buku tabungannya ketika sedang mengurus visa.

“Ini buku rekening pribadi saya.. uang saya cukup buat wisata di negara anggota EU (Europan United), kalaupun saya sakit saya siap bayar sendiri dan saya disana hanya berwisata saja. Pokoknya saya ngga mengemis, tidak merepotkan, dan ngga nyari kerja di negara anda. Ini adalah kalimat yang sering terlontar saat wawancara pengurusan visa,” katanya.

Menyeberang ke Port Klang
Info tambahan buat yang mau menyeberang ke Malaysia dari Sumatera. Mario Iroth menyarankan lewat pelabuhan Dumai saja, walaupun kita bisa berangkat dari Tanjung Balai atau Belawan. Jadi, kenapa harus lewat Dumai?

“Pelabuhan di Belawan, Tanjung Balai dan Dumai ketiganya sudah terbiasa dengan kehadiran rider dunia melintas antar negara Indonesia " Malaysia. Mereka sudah biasa mematok harga hingga 6 juta rupiah. Nah, buat orang asing angka segitu mungkin tidak jadi masalah, tetapi buat saya bisa dapat Rp 2 juta sekali menyeberang naik kapal laut dari Dumai ke Port Klang Malaysia. Harga Rp 2 juta itu untuk mengangkut motor dan bayar tiket penumpang,” tutup Mario mengakhiri obrolan. (Motobikerz/p)
T#gs Luar NegeriMario IrothPengalaman Touringkomunitas
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments