Minggu, 20 Okt 2019
  • Home
  • Komunitas
  • Komunitas Pecinta Ikan Koi dan Kopi Ingin Tingkatkan Kualitas Fresh Human
  • Home
  • Komunitas
  • Komunitas Pecinta Ikan Koi dan Kopi Ingin Tingkatkan Kualitas Fresh Human
  • Home
  • Komunitas
  • Komunitas Pecinta Ikan Koi dan Kopi Ingin Tingkatkan Kualitas Fresh Human

Komunitas Pecinta Ikan Koi dan Kopi Ingin Tingkatkan Kualitas Fresh Human

admin Senin, 30 September 2019 14:28 WIB
SIB/Dok
Komunitas Ikan Koi-Kopi: Ketua Sumatera Koi Club Ben Tandiono dan pendiri dan pengelola Boyan Coffee Tanjungmorawa-Deliserdang Ryandi Hanafiah saat menghadiri perilisan Onna Windos Fashion-Onna Franchise Store di Jalan MH Thamrin Medan, Minggu (29/9).
Medan (SIB) -Ketua Sumatera Koi Club Ben Tandiono mengatakan, di Sumatera Utara (SU) ada banyak pecinta ikan koi dengan ragam pola berdasar hobi. Mulai dari yang murni karena gemar hingga yang bermotif ekonomi. "Ketika hobi dapat memberi inspirasi hingga menyentuh penguatan ekonomi, why not? Tetapi, dasar memelihara dan bercengkerama dengan koi adalah untuk meningkatkan fresh human," ujarnya di jeda perilisan Onna Window Fashion - Onna Franchise Store di Jalan MH Thamrin Medan, Minggu (29/9).

Di tempat yang sama, pendiri dan pengelola Boyan Coffee Tanjungmorawa-Deliserdang Ryandi Hanafiah mengaku dengan koi, stres terkikis. Pria berdarah Pulau Bawean-Jawa Timur itu mengaku, kopi menggenapi fresh human dari cita rasa. "Koi dari rasa yang tidak teraba tapi sangat dominan memacu aura positif," ujarnya.

***
Ben mengatakan, koi berasal dari bahasa Jepang yang berarti ikan karper. Lebih spesifik asalnya adalah nishikigoi, yang kurang lebih bermakna ikan karper yang bersulam emas atau perak. Di Jepang, koi menjadi semacam simbol cinta dan persahabatan yang pertama kali menjadi cinderamata dari Pemerintah Jepang di era Orde Baru dan dikembangkan di Blitar-Jawa Timur.

Setelah menjadi perhatian publik, koi berkembang dan dikembangkan sesuai karakteristik daerah hingga melahirkan koi spesifik. "Tetapi karena faksafahnya untuk ketenangan batin pribadi-pribadi maka ikan yang indah dari pewarnaan dan bentuk fisik sisik menjadi pilihan," ujarnya.

Hobi pada koi membuat seseorang melakukan apa saja asal ikannya terawat. Per unit ikan tersebut dengan harga terendah hingga sampai ratusan juta rupiah seekor. "Untuk mengukur kualitas fisik, komunitas pencinta koi kerap melakukan kompetisi. Juri yang menetapkan," jelas Ben sambil mengatakan pihaknya bakal melakukan hal serupa. "Koi di SU berbeda karakteristik. Ada yang sesuai wilayah Tanjungmorawa, Binjai, Medan dan lainnya. Semua pembiakan punya keistimewaan," jelasnya.

Mengenai fresh human, Ben mengatakan banyak cara dilakukan orang. Ada yang melalui olahraga seperti hasil survei akademi dalam American Journal of Psychiatry diikuti berinteraksi dengan kawan-kawan dan mencurahkan isi hati yang mungkin melalui tulisan atau foto. "Bersama koi, kami berinteraksi begitu akrap. Ngopi bareng. Atau kalau mau sendiri, 'berbicara' dengan koi pun mengasyikkan. Ketika si pecinta bicara dan koi 'membalas' dengan lenggokan tubuh, itu sesuatu yang luar biasa," tambah Ben. "Dari sanalah bisnis koi jadi marak karena kala sudah hobi, orang akan melakukan apa saja!"

Hal serupa diutarakan Ryandi. Jika Ben 'fokus' menawarkan fresh human dari koi, pria kelahiran Tanjungmorawa-Deliserdang pada 15 April 1984 tersebut menjaga kebugaran pikiran dari kopi.

Mulanya ketika bertugas di Banda Aceh di tahun 2016. Mengerjakan proyek besar bidang pembangunan fisik, setiap hari minum kopi. "Minum kopi Ulee Kareng bikin fresh. Tetapi ketika meninggalkan Aceh, tak menemui lagi rasa seperti sedia kala," kenang alumni ITM Medan tersebut.

Karena tak juga menemukan cita rasa kopi yang menghadirkan fresh, ia mengolah sendiri. Mengibarkan Boyan Coffee yang kini jadi sangat familiar.

Suami Tri Mardhika itu kemudian terus mengembangkan kopi khas Indonesia. "Mulanya saya nol soal kopi. Minum dan sekarang jadi bertambah fresh jika mengonsumsinya," jelas arsitek tersebut.

Disebabkan kualitas fresh human yang dipunyanya, rekan alumni dari SDN 101896 Hirihulu, Smp swasta Bersubsidi dan smkn Percut Seituan mengikuti jejaknya. "Saya merasa genap dari sisi fresh human ketika memadukan kopi dengan koi," tutup Ryandi Hanafiah. (R9/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments