Minggu, 05 Apr 2020
  • Home
  • Komunitas
  • Komunitas Mantan Penulis Remaja SIB Meliterasi Generasi Milenial

Komunitas Mantan Penulis Remaja SIB Meliterasi Generasi Milenial

redaksisib Senin, 16 Maret 2020 20:18 WIB
SIB/Dok

Komunitas Literasi : Drs Ls Naurat Silalahi (tengah) bersama Ir Parluhutan Simarmata yang Wakil I Pemred Harian Sinar Indonesia Baru, Anthony Limtan yang Redaktur Opini Hr Analisa dan penulis Yusrin Lie dalam pertemuan menggagasi Komunitas Literasi di Medan. 

Medan (SIB)
Sejumlah mantan penulis remaja SIB (PARA SIB) membentuk komunitas untuk meliterasi generasi milenial. Alasan idiealis membentuk komunitas guna menyejajarkan kemajuan teknologi khususnya teknologi informasi dalam literasi digital dewasa ini.

Drs Ls Naurat Silalahi, Sabtu (14/3) di Medan mengatakan hal tersebut. Menurutnya, gagasan membentuk komunitas bermula dari bertemunya sejumlah penulis setelah 30-an tahun tidak bersua. “Ingin terus menjalin silaturahim, menguatkan persaudaraan maka digagas komunitas. Menarik ke kehidupan saat ini, kaum milenial memerlukan pedoman literasi,” ujar novelis dan cerpenis serta penulis esai plus artikel tersebut.

Ia merujuk pada literasi era now dengan paradigma baru karena adanya sosial media, mulai hanya semata berbentuk tulisan hingga audio visual. “Literasi saat ini banyak variasi, seperti literasi media, literasi komputer, literasi sains dan literasi sekolah. Yang kita inginkan adalah literasi membangun kualitas telaahan dan akhlak tanpa mengurangi kekritisan. Hakikat berliterasi secara kritis dalam masyarakat demokratis adalah hak dan tanggun jawab secara positif. Untuk itu, para mantan penulis remaja ingin kelompok milenial memahami, melibati, menggunakan, menganalisis dan mentransformasi teks yang baik,” jelas Ls Naurat Silalahi.

Pria yang kini motivator hidup sehat dengan Purtier Placenta Riway via Live Stem Cell Therapy dari placenta rusa produk asli Selandia Baru itu mengatakan, langkahnya meliterasi merujuk pada kompetensi atau kemampuan yang lebih dari sekedar kemampuan membaca dan menulis. “Revolusi teknologi yang memengaruhi Revolusi Industri 4.0 sangat membutuhkan orang-orang yang peduli,” tambahnya.

Ia mengatakan, literasi adalah kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. “Tetapi, era kini, bagaimana milenial menjadi lebih terampil mengedepankan akhlak terpujinya di kehidupan sosial teknologi,” harapnya.

Menjalankan misi idealnya, Ls Naurat Silalahi mengatakan sudah memiliki pandangan yang sama dengan Ir Parluhutan Simarmata yang Wakil I Pemred Harian Sinar Indonesia Baru, Anthony Limtan yang Redaktur Opini Hr Analisa serta sejumlah mantan penulis remaja lintasetnis dan strata seperti Yusrin Lie. “Tokoh muda dan orang-orang profesional sekaliber mereka memiliki idealis memajukan Indonesia dengan menempa kaum muda bahkan milenial Nusantara,” rancangnya.

Ia mengatakan, pertemuan dan pertemuan sudah dilakukan secara off air. Melalui dunia maya, ada puluhan mantan penulis bergabung. (R10/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments