Minggu, 09 Agu 2020
  • Home
  • Komunitas
  • Komunitas Kompak, Wadah Mantan Begundal yang Jadi Aktivis Sosial di Jakarta

Komunitas Kompak, Wadah Mantan Begundal yang Jadi Aktivis Sosial di Jakarta

admin Senin, 13 Mei 2019 18:20 WIB
Komunitas Kompak
Jakarta (SIB) -Katulampa, sebuah lokasi yang akrab di telinga warga ibukota Jakarta. Meski mungkin banyak dari mereka samar-samar tahu di mana letak persisnya, tapi pamor Katulampa, khususnya Bendungan Katulampa, sudah lama melegenda. Nasib sebagaian lokasi Ibukota Jakarta kerap bergantung di sana. Jika debit air di Bendungan Katulampa naik, dalam beberapa jam air akan datang, berubah menjadi bah dan membawa bencana.

Kawasan tersebut bukan hanya dikenal sebagai penyebab banjir akibat seringnya narasi "air bah kiriman dari Bogor" yang dilontarkan media dan pejabat Jakarta. Di Katulampa, ada sebuah komunitas sosial besar yang susah payah merawat hulu Ciliwung dan martabat penduduk yang tinggal di pinggiran sungai di sana. Mereka adalah Komunitas Peduli Katulampa atau Kompak. Kompak dibentuk pada 2013 lalu, namun baru resmi berdiri pada 2014.

Sang mantan Ketua Kompak, Zainal Arifin, bercerita awal mula Kompak didirikan. Kata lelaki yang akrab disapa Kang Nay, Kompak awalnya diisi para begundal kampung. Mereka adalah pemuda sekitar yang menamakan diri sebagai anak geng, si tukang mabuk, tawuran, sampai taruhan. "Dulu kami sekumpulan anak muda yang bergelut di bidang negatif seperti gangster, suka mabok, tawuran, wajar kalau di pandang miring sebelah mata oleh warga," kata Kang Nay.

Semua berubah ketika seorang fasilitator bernama Lutfhi Kurnia atau Kang Uut datang. Beliau datang membawa pesan kebajikan sekaligus melakukan pelatihan kemandirian. "Beliau ngumpulin anak-anak muda di sini. Dibina dan diarahkan," tambahnya.

Setahun dibina dan diarahkan, Kompak mulai melakukan aksi nyata di masyarakat. Saat itu mereka melakukan aksi bersih-bersih di Taman Sempur Kota Bogor

Aksi bersih-bersih berlajut menjadi acara besar bulanan. Bahkan setiap bulan, Kompak bersama beberapa komunitas lain dan warga sekitar, akan bersama-sama membersihkan sungai Ciliwung sekitar bendungan dari sampah.

Kompak juga hadir ketika masyarakat Indonesia berkumpul besar-besaran di Monas. Mereka datang membawa misi membersihkan lokasi pasca kegiatan massa di sana. Selain bersih-bersih, Kompak juga memiliki kegiatan lain di bidang kerelawanan, kreatif, seni budaya dan pendidikan.

Bahkan saat bencana besar melanda Indonesia, seperti gempa Lombok serta gempa dan tsunami di Palu, ada perwakilan Kompak yang dikirim membantu relawan di sana. Kini mereka juga dipercaya oleh warga untuk mengelola acara seperti 17-an dan acara keagamaan. Kompak juga kerap kedatangan anak-anak sekolah untuk belajar berbagai hal. Anggota Kompak tak lebih dari 30 orang. Tapi mereka bertekad untuk tetap kompak dan terus menyebarkan pesan baik ke masyarakat. (Komunita.id/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments