Minggu, 22 Sep 2019
  • Home
  • Komunitas
  • Kapolrestabes Medan Soal Perbedaan Komunitas Motor dengan Geng Motor
  • Home
  • Komunitas
  • Kapolrestabes Medan Soal Perbedaan Komunitas Motor dengan Geng Motor
  • Home
  • Komunitas
  • Kapolrestabes Medan Soal Perbedaan Komunitas Motor dengan Geng Motor

Kapolrestabes Medan Soal Perbedaan Komunitas Motor dengan Geng Motor

admin Minggu, 30 Juni 2019 11:47 WIB
SIB/Roy Surya Damanik
FOTO BERSAMA: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi didampingi Kasat Intel AKBP Masana Sembiring dan Kasat Lantas AKBP Juliani Prihartini foto bersama komunitas klub-klub motor usai melakukan tatap muka di Mapolrestabes, Rabu (26/6).
Medan (SIB) -Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi melakukan tatap muka dengan komunitas atau klub-klub motor yang ada di Kota Medan di Aula Bhayangkara Mapolrestabes, Rabu (26/6).

Tatap muka tersebut dihadiri Kasat Intel AKBP Masana Sembiring, Kasat Lantas AKBP Juliani Prihartini dan klub-klub motor yang ada di Kota Medan.

Kombes Dadang dalam pertemuan itu meminta menjalin kerjasama. Sebab ada beberapa kerawanan yang selama ini terjadi, yaitu kecelakaan, pelanggaran lalulintas dan perkelahian antar kelompok.

"Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh klub motor untuk mendukung kegiatan ini. Caranya yakni perlu melakukan kerjasama dan komunikasi," pintanya.

Perlu disampaikan sambung Kapolrestabes, perkumpulan klub motor memiliki manfaat positif. Kombes Dadang juga mengapresiasi klub motor yang memiliki kegiatan positif, sehingga bermanfaat kepada masyarakat. Namun ada juga yang meresahkan masyarakat.

"Kriteria atau karakter klub motor yang positif ada beberapa contoh, di antaranya cenderung mematuhi lalulintas dan peduli keselamatan berlalulintas. Dalam aktivitas tidak menutup kemungkinan menghadapi masalah. Namun klub motor ini tidak melakukan tindakan sendiri dan mereka percayakan kepada polisi. Aktivitas yang mereka lakukan bermanfaat bagi diri sendiri maupun untuk masyarakat. Kooperatif dengan pihak kepolisian, misalnya apabilla ada kegiatan tetap berkoordinasi dengan kepolisian," ujarnya.

Lanjut Dadang, sedangkan geng motor ciri-cirinya yakni cenderung melanggar aturan seperti ugal-ugalan dan tidak mengenakan helm. Apabila ada selisih paham, mereka menghimpun kekuatan untuk menyerang balik. Kegiatannya cenderung meresahkan masyarakat, contohnya hanya saling pandang bisa langsung main pukul.

"Tampilan bengis dan mau menang sendiri. Dan tidak pernah berkomunikasi dengan pihak kepolisian apabila ada kegiatan yang besar. Karena apabila ada pihak kepolisian, mereka merasa tidak nyaman dan bebas," pungkasnya sembari berharap klub motor sebagai pelopor, dan melalui club motor ini menjadi tertib berlalulintas.(M16/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments