Kamis, 20 Jun 2019
  • Home
  • Komunitas
  • Ibu-ibu Preman Super Lakukan Perubahan Besar di Kota Malang
  • Home
  • Komunitas
  • Ibu-ibu Preman Super Lakukan Perubahan Besar di Kota Malang
  • Home
  • Komunitas
  • Ibu-ibu Preman Super Lakukan Perubahan Besar di Kota Malang

Ibu-ibu Preman Super Lakukan Perubahan Besar di Kota Malang

admin Senin, 27 Mei 2019 17:49 WIB
Ilustrasi
Preman yang dibahas di sini tentu bukan dalam artian sebenarnya yang biasanya orang-orang jahat. Preman super adalah perempuan mandiri sumber perubahan. Ini merupakan komunitas yang digagas oleh Peni Budi Astuti.Berawal pada tahun 2010, Peni yang bekerja di salah satu perusahaan swasta akhirnya memutuskan untuk resign. Lalu, untuk mengisi kesibukan sehari-hari, selain mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga lainnya, ia juga menyalurkan hobinya. Hobi yang ditekuni yakni keterampilannya mengkreasikan manik-manik dan membuat tas akrilik.

Meskipun kedua orang tua Peni berprofesi sebagai guru. Namun, ia sendiri tak ingin menjadi guru. Bahkan, dulunya ia tidak mau mengikuti anjuran orang tuanya untuk menempuh SPG(Sekolah Pendidikan Guru). Namun, ia merasa senang ketika bisa mengajarkan sesuatu kepada orang lain.

Karya-karya yang telah dibuat tak lantas ia tinggalkan begitu saja. Beberapa dari itu ia letakkan di ruang tamu. Suami Peni bekerja sebagai pedagang mobil, sehingga setiap hari pasti ada tamu yang datang ke rumahnya. Banyak dari teman suami Peni yang tertarik dan membeli hasil karyanya tersebut untuk diberikan ke istrinya. Juga tetangga-tetangga yang juga ingin belajar keterampilan tersebut.

Nah, dari sini hasil karya wanita yang berdomisili di Blimbing, Malang ini dan anggota preman super lainnya banyak dikenal orang. Melihat antusias yang sangat baik, Peni berinisiatif untuk mengumpulkan lebih banyak orang yang memiliki tujuan sama yakni dengan membuka pelatihan manik-manik gratis. Kata gratis jika ditujukan pada kalangan ibu rumah tangga pasti banyak yang tertarik.

Akhirnya perempuan yang tergolong sebagai kategori Kartini Hebat 2014 dalam acara Kick Andy ini memutar otak karena bahan pembuatan seperti manik-manik dan akrilik tergolong mahal. Sehingga diputuskan bahwa yang gratis adalah pelatihannya sedangkan untuk alat dan bahan disilahkan untuk membeli sendiri. Juga karena Peni memiliki teman dari Disperindag(Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Malang, ia ditawari untuk mengisi stan di pameran.

Mayoritas anggota yang bergabung di sini adalah ibu-ibu pelaku perubahan dari kaum marjinal. Hal ini memang dilandasi dari visi misi preman super yaitu pemberdayaan perempuan. Pemberdayaan seperti apa? Tentu pemberdayaan yang dititik beratkan dalam bidang ekonomi. Dipilih bidang ekonomi karena seorang ibu rumah tangga juga berpotensi untuk menjadi income maker. Apalagi, dengan keterampilan yang dimiliki preman super, mereka bisa melakukan kegiatan ekonomi meski di rumah masing-masing. Sehingga kemudian bisa muncul kemandirian dari seorang perempuan utamanya perempuan Malang.

Jl. Plaosan Timur Gg Lori No 5 RT 6 RW 9, Blimbing, Malang menjadi tempat berkumpulnya para preman super ini. Produk yang mereka hasilkan juga beragam, mulai dari makanan, batik, kerajinan tangan, dan lain-lain.

Awal munculnya preman super adalah dari ketika wanita yang dianugerahi penghargaan sebagai perempuan inspiratif Tupperware She Can 2014 ini melihat kondisi pemulung di Dinoyo. Kenapa disana? Sebetulnya, ia dengan temannya pergi kesana karena ada suatu kegiatan dan disitulah mereka bertemu ibu-ibu pemulung.

Setelah ditanya-tanya, ibu yang berprofesi sebagai pemulung ini sadar akan kondisinya sekarang. Namun, mereka tidak punya skill untuk lepas dari tuntutan pekerjaan yang ada tersebut. Peni yang ingin membantu kondisi mereka tak segan untuk membagi ilmunya.

Kali pertama, ada 13 pemulung. Masing-masing dari mereka memiliki potensi yang berbeda, ada yang suka memasak, menjahit, dan lain-lain. Itu semualah yang akan dimaksimalkan. Kini, pemulung bukanlah profesi utama mereka tapi bergeser menjadi profesi sampingan.

Orang-orang yang turut menyokong kegiatan disini misal pengajar tidak ada yang dibayar. Namun, mereka mendapatkan kebahagiaan ketika bisa membantu dan mengajarkan hal baru.(Ngalam.co/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments