Senin, 24 Feb 2020
Banner Menu
Detail Utama 1
  • Home
  • Komunitas
  • Diwarnai Aksi Sosial, HUT ke-65 Punguan Panjaitan Tebingtinggi Meriah

Diwarnai Aksi Sosial, HUT ke-65 Punguan Panjaitan Tebingtinggi Meriah

Senin, 10 Februari 2020 19:01 WIB
Foto SIB/Jekson Turnip
PIMPIN : Pembina Punguan Panjaitan, P Panjaitan bersama Ketua Op Rahel Panjaitan beserta isteri memimpin rombongan yang menari atau menortor pada perayaan HUT ke-65 di Tebingtinggi, Minggu (9/2). 

Tebingtinggi (SIB)
Punguan Raja Panjaitan, Boru, Bere dan Ibebere se-Kota Tebingtinggi sekitarnya merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-65 dengan penuh kemeriahan. Perayaan diwarnai aksi sosial berupa pemberian bantuan uang kepada anggota yang sakit menahun dan memberikan hadiah kepada anak-anak yang berprestasi di Wisma Arjuna, Jalan DI Panjaitan, Minggu (9/2).

Perayaan terlebih dahulu dilakukan ibadah yang dipimpin Pendeta Katrin Oni Br Panjaitan. Pendeta menjabarkan tema dari Kejadian 12:1-2 dan Sub Tema, Melalui ulang tahun hendaknya setiap anggota Punguan menjadi berkat bagi semua orang.

"Janji Tuhan tidak bisa dibatalkan, sesuai pernyataanNya yang membuat engkau menjadi bangsa besar. Marilah kita punguan menjadi berkat di mana saja, terutama di rumah tangga masing-masing dan lingkungan kerja. Hendaknya juga, tidak bermesraan saat ulang tahun saja namun di manapun sesama anggota harus bermesraan," terang pendeta itu.

Ketua Panitia, R Panjaitan didampingi Wakil MJ Panjaitan dan Sekretaris D Tobing melaporkan ulang tahun terlaksana berkat kerjasama semua anggota. Mereka berharap agar kerjasama yang sudah baik tetap ditingkatkan dalam acara duka maupun suka cita serta acara doa sekali sebulan.

Sementara Ketua Punguan, Op Rahel Panjaitan meminta semua anggota mengasi pikiran dan tenaga untuk membesarkan kumpulan. Atas nama punguan dimintanya jika ada kekurangan dalam pelaksanaan ulang tahun agar bersama memakluminya.

Kemeriahan ulang tahun terlihat sebab dihadiri hampir seluruh anggota punguan. Sesuai tradisi Batak, dibuat acara "Tuah Ni Gondang" yang dipimpin Pembina Punguan Drs P Panjaitan MPd. Tujuannya untuk meminta doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sembari dengan menari atau manortor sambil mengenakan ulos diiringi gondang.

Kemudian pihak boru, bere dan ibebere meminta gondang untuk menghormati atau "manomba-nomba" hula-hulanya Panjaitan. Selanjutnya pihak Panjaitan mendatangi pihak boru, bere dan ibebere untuk "menabe-nabei" menggunakan ulos sebagai tanda rasa sayang sekaligus doa.

Tidak lupa panitia juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menari. Anak-anak mengenakan ulos sembari manortor mengikuti arahan pemandu. Tujuannya agar generasi penerus marga Panjaitan memahami dan menanamkan nilai-nilai tradisi Batak di jiwanya. (T05/BR3/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments