Minggu, 20 Sep 2020
  • Home
  • Komunitas
  • Bidik Komunitas Kpop Jadi Kiat Sukses Kopi Chuseyo

Bidik Komunitas Kpop Jadi Kiat Sukses Kopi Chuseyo

Minggu, 13 September 2020 20:00 WIB
Dok Kopi Chuseyo

Komunitas penggemar budaya Korea menjadi konsumen loyal kedai Kopi Chuseyo.

Demam minuman kopi susu masih belum berhenti sampai saat pandemi ini. Bahkan, masing-masing brand berlomba menyajikan kreasi minuman kopi yang berbeda dan bisa disukai oleh orang yang bukan pecinta kopi. Salah satu brand kopi yang tetap eksis di tengah pandemi ini adalah Kopi Chuseyo. Keunikan dari gerai kopi ini adalah mengangkat tema bernuansa Korea dengan jargon "The Only KPOP Hub in The Nation".

Penggemar budaya Korea di Indonesia yang terus bertambah, baik drama, musik, atau makanan dan minuman. Munculnya nama-nama baru di blantika musik Korea ternyata juga diikuti juga dengan munculnya fan-base baru di Indonesia.

"Fanbase Kpop dan komunitas pecinta budaya Korea merupakan market yang menjanjikan karena jumlahnya berkembang pesat dan bisa ditemukan di seluruh kota di Indonesia," kata co-founder Kopi Chuseyo, Daniel Hermansyah, dalam siaran pers. Ia menambahkan, kegemaran para fans untuk mencoba hal-hal baru bernuansa Korea, serta memiliki daya beli yang tinggi, menjadi peluang bagi Kopi Chuseyo yang dibuka sejak awal 2019.

"Kami menghadirkan kedai kopi ini sebagai tempat nongkrong bareng sesama Kpoper dan menyalurkan hobinya," ujarnya. Kedai yang memiliki 14 cabang di Jabodetabek dan berbagai kota ini dihiasi dengan berbagai ornament Kpop dan nuansa Korea. Terdapat beberapa spot untuk berfoto para pengunjung. Daniel mengatakan, untuk semua menu kopi,
Kopi Chuseyo hanya menggunakan espresso yang fresh brew sehingga diklaim lebih aman untuk lambung. Kopi andalan kedai ini adalah Dalgona Kopi spesial yang creamy dengan resep asli Korea, serta Kopi Oppa yang menggunakan biji kopi Korean blend.

Walau mengaku sebagai kedai kopi, tetapi Kopi Chuseyo juga menyediakan minuman non-kopi dengan resep Korea. Menurut Daniel, harga yang ditawarkan di kedainya relatif terjangkau, berkisar Rp 19.000 sampai Rp 29.000.

"Dengan harga yang ramah di kantong, respon konsumen cukup positif. Setidaknya lebih dari 100 cup kopi per hari terjual di seluruh kedai kopi kami," ujarnya.

Jumlah tersebut, lanjut Daniel, akan meningkat berkali-kali lipat jika ada kegiatan dari para komunitas pecinta budaya Korea.

"Sebelum pandemi, sedikitnya ada satu kali acara pertemuan setiap minggunya. Ini sangat membantu kami membangun pasar sekaligus konsumen loyal. Terbukti, di tengah pandemi, kami tetap buka dan mampu bertahan," katanya bangga. (kompas.com/f)

T#gs BidikKiat SuksesKomunitas KpopKopi Chuseyo
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments