Minggu, 20 Okt 2019
  • Home
  • Komunitas
  • 10 Oktober, ISNU Sumut Gelar Seminar Ruang Ibadah yang Representatif
  • Home
  • Komunitas
  • 10 Oktober, ISNU Sumut Gelar Seminar Ruang Ibadah yang Representatif
  • Home
  • Komunitas
  • 10 Oktober, ISNU Sumut Gelar Seminar Ruang Ibadah yang Representatif

10 Oktober, ISNU Sumut Gelar Seminar Ruang Ibadah yang Representatif

admin Senin, 07 Oktober 2019 13:16 WIB
Imran Simanjuntak
Medan (SIB) -Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) akan menggelar Seminar Nasional dengan tema 'Evaluasi Publik Penempatan Ruang Ibadah yang Representatif dalam Gedung, Fasilitas Umum dan Tempat Wisata', Kamis (10/10), di Tiara Convention Center Medan.

Sekretaris PW ISNU Sumut Imran Simanjuntak MA mengatakan keynote speaker dalam seminar tersebut adalah Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA, narasumber lainnya yakni Drs H Ahmad Muqowwam, Drs H Musa Rajekshah MHum, Ir H Feby Joko Priharto MBA, Dr H Ardiansyah LC MA dan Drs Ance Selian serta moderator Dr Aswan Jaya MIkomi.

Seminar ini digelar sebut Imran karena adanya keresahan dari masyarakat. Sebab banyaknya hotel, gedung pertemuan, tempat wisata dan fasilitas umum tidak memiliki ruang ibadah yang representatif.

"Kita kerap menjumpai ruang ibadah seperti masjid dan musholla yang tidak representatif. Padahal itu berada di gedung mewah, hotel bintang lima, tempat pariwisata dan fasilitas umum," kata Imran dalam relis yang diterima wartawan, Minggu (6/10).

Lebih lanjut Dosen STAI Samora Kota Pematangsiantar ini juga menjelaskan bahwa keberadaan kantor, hotel dan fasilitas publik lainnya yang dijadikan tempat ibadah dan pengajian akan menyulitkan negara dalam hal pendataan rumah rumah ibadah.

"Yang menjadi kekhawatiran ISNU justru pada pengajian pengajian secara ekslusif dilakukan oleh para pekerja profesional (kantoran) dengan materi kajian yang tidak mendasar dan tersistematis dalam kajian kajian keislaman. Kelompok profesional ini cenderung berasal dari dasar pemahaman agama yang beraneka ragam. Dengan perbedaan dasar latar belakang pemahaman agama menerima materi pengajian yang tidak terukur dikhawatirkan akan tersugesti dan menerima pemahaman yang keliru. Hingga akhirnya faham faham Islam Transnasional, Islam Fundamentalis dan Islam Radikal mengejawantah dalam pemikiran profesional profesional ini," ujar Imran kembali.

Sama persis dengan pergumulan munculnya faham faham khilafah, ujar Imran yang menjadi musuh utama NKRI saat ini. Pintu masuknya adalah mimbar mimbar yang jauh dari pantauan negara dan ulama ulama NU.

"Segmen kampus memiliki pola tersendiri, juga pola pelajar dan para profesional muda. Ada pola masuk kelompok kelompok Islam Transnasional ini. ISNU saat ini fokus mengeliminir kehadiran Islam Transnasional dari kelompok profesional muda melalui kajian kajian ilmiah salah satunya dengan seminar nasional yang akan dilaksanakan ini dengan tujuan menghempang Islam Transnasional menuju Islam Moderat rahmatan lil alamin," demikian Imran. (M17/rel/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments