Kamis, 06 Agu 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Penyakit Lupus Adalah Penyakit Autoimun, Waspadai Gejalanya

Penyakit Lupus Adalah Penyakit Autoimun, Waspadai Gejalanya

redaksi Minggu, 17 November 2019 19:05 WIB
Merdeka.com
Ilustrasi

Jakarta (SIB)
Penyakit lupus adalah salah satu penyakit mematikan. Penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh seseorang kehilangan kemampuan untuk membedakan antara substansi asing dengan sel jaringan tubuh sendiri.


Kondisi tersebut membuat sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel, jaringan serta organ tubuh yang sehat seperti ginjal, paru-paru, sel, serta otak.


Dilansir dari laman Awalbros, dr Arif Koswandi SpPD-KGEH selaku dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Awal Bros Batam, menyatakan bahwa penyakit lupus tidak menular, tetapi mengancam jiwa, atau bisa disebut juga dengan silent killer. Lupus termasuk penyakit langka, namun siapa saja bisa terkena. Penyakit lupus belum diketahui pasti penyebabnya, diduga faktor genetik maupun dicetuskan oleh infeksi, stress, pancaran sinar matahari, dan obat-obatan.


Dilansir dari Alodokter jenis lupus antara lain sebagai berikut :
Lupus Eritemastosus Sistemik
Lupus Eritemastosus Sistemik adalah salah satu jenis lupus yang paling sering terjadi. Salah satu alasan lupus ini dinamakan sistemik yaitu karena terjadi pada berbagai organ terutama sendi, kulit, ginjal, dengan gejala utama inflamasi kronis pada organ-organ tersebut.


Dilansir dari awalbros.com, Lupus Eritemastosus Sistemik juga dikenal dengan penyakit seribu wajah karena memiliki tampilan penyakit beragam dan mirip dengan penyakit lain, sehingga seringkali menimbulkan kekeliruannya dalam menganalisanya.


Lupus Eritematosus Kutaneus
Lupus Eritematosus Kutaneus adalah manifestasi lupus pada kulit dan dapat berdiri sendiri. Lupus Eritematosus Kutaneus merupakan bagian dari SLE.


Lupus Eritematosus Kutaneus memiliki 3 jenis yaitu subacute cutaneous lupus erythematosus (SCLE), acute cutaneous lupus erythematosus (ACLE) dan chronic cutaneous lupus erythematosus (CCLE).


Lupus Eritematosus Neonatal
Lupus Eritematosus Neonatal adalah salah satu jenis lupus yang terjadi pada bayi baru lahir. Lupus Eritematosus Neonatal terjadi akibat autoantibodi yaitu anti-Ro, anti-La, dan anti-RNP.


Lupus jenis ini biasanya hanya terjadi pada kulit dan akan menghilang dengan sendirinya. Ibu yang melahirkan anak dengan penyakit Lupus Eritematosus Neonatal belum tentu mengidap lupus.


Lupus Akibat Obat
Lupus akibat obat dapat terjadi karena mengonsumsi obat yang memicu gejala lupus tersebut. Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan lupus di antaranya procainamide, metildopa, minocycline (obat jerawat) serta D-penicillamine (obat untuk keracunan logam berat).


Hingga saat ini, penderita lupus belum dapat disembuhkan dengan total. Pengobatan lupus dapat dilakukan dengan obat-obatan dan non-obat yaitu dengan menghindari stress fisik maupun psikis, memperhatikan pola makan sehat, berolahraga dalam kondisi tidak terkena sinar matahari. Pengobatan ini guna mencegah kerusakan organ, remisi panjang, mengurangi gejala serta memperpanjang harapan hidup.


Penyakit lupus memiliki beberapa gejala
1. Sariawan yang tak kunjung sembuh dan tidak pada tempatnya.
Sariawan jenis ini biasanya berada di rongga mulut dan tenggorokan.


2. Terasa nyeri dan bengkak di persendian.
Gejala selanjutnya yaitu terasa nyeri di bagian persendian terutama di lengan tungkai, serta menyerang lebih dari dua sendi (arthritis).


3. Kelainan saat pemeriksaan di laboratorium.
Saat melakukan pemeriksaan di laboratorium jumlah sel darah putih rendah, kurang darah (anemia), jumlah sel pembekuan darah (trombosit) rendah.


4. Sensitif terhadap cahaya matahari
Terjadi perubahan warna kulit yaitu timbulnya ruam atau kemerahan apabila terkena sinar matahari. Pada kedua pipi dan hidung seperti gambar kupu-kupu dan di kulit lengan.


5. Nyeri dada
Nyeri di dada terutama ketika berbaring dan menarik napas panjang. Hal ini dikarenakan peradangan di paru-paru dan jantung.


6. Kelainan hasil pemeriksaan ginjal.
Saat melakukan pemeriksaan ginjal, terdapat kelainan pemeriksaan di urine protein.


7. Merasa mudah Lelah
Penyakit lupus menyebabkan gangguan pada sel-sel darah seperti jumlah sel darah putih rendah, sel darah merah rendah, hingga trombosit darah yang terlalu rendah. Sehingga membuat tubuh mudah lelah dan lesu. Selain itu, gangguan pada berbagai organ tubuh yang dialami oleh penderita lupus mengakibatkan tubuh menjadi lemas.


8. Gangguan mental, fungsi otak dan kejang
Pada penderita lupus, sistem saraf pusat akan terganggu. Kondisi ini mengakibatkan perasaan depresi, cemas, ketakutan dan kebingungan bagi penderita. Penyakit lupus pun turut menyerang otak dan mengakibatkan seseorang menjadi kejang dan kehilangan ingatan untuk sementara.


9. Demam dan berat badan turun secara tiba-tiba
Penderita lupus sering kali mengalami demam yang biasanya lebih dari 38 derajat celcius. Hal ini sebagai respon dari tubuh terhadap peradangan dan infeksi yang terjadi.


Selain itu terjadi penurunan berat badan secara tiba-tiba tanpa sebab. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang terganggu hingga akhirnya memengaruhi tiroid dan hormone tertentu. (Merdeka.com/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments