Jumat, 22 Nov 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Peneliti Sebut Konsumsi Makanan Pedas Bisa Memicu Kerusakan Otak

Peneliti Sebut Konsumsi Makanan Pedas Bisa Memicu Kerusakan Otak

admin Minggu, 04 Agustus 2019 16:06 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Makanan pedas disebut baik untuk menurunkan berat badan dan memiliki manfaat lain yang dianggap baik untuk kesehatan. Tapi sepertinya kali ini kamu harus memikirkan dua kali sebelum menambahkan sambal pada makananmu.

Sebuah penelitian menunjukkan konsumsi makanan pedas bisa memicu kerusakan otak yang terkait dengan demensia. "Dalam penelitian sebelumnya, konsumsi cabai baik untuk tekanan darah dan penurunan berat badan. Namun dalam penelitian ini, kamu menemukan efek buruk pada kognisi di antara orang dewasa," sebut Dr Zumin Shi, pemimpin penelitian dari Quatar University yang bekerjasama dengan peneliti di University of South Australia.

Dikutip dari New York Post, penelitian yang dimuat dalam jurnal Nutrients ini menganalisis data 15 tahun dari lebih 4.500 orang dewasa di Tiongkok berusia 55 tahun ke atas dan menemukan adanya penurunan kognitif dua kali lipat pada mereka yang mengonsumsi cabai lebih dari 50 gram per hari. Peserta yang memiliki tubuh lebih kurus bahkan mengalami penurunan memori dan kognitif yang lebih besar.

"Cabai adalah rempah yang paling umum digunakan di dunia dan sangat populer di Asia dibandingkan dengan negara Eropa. Di wilayah tertentu seperti Sichuan dan Hunan, hampir satu dari tiga orang dewasa mengonsumsi makanan pedas setiap hari," tutur Dr Ming Li, yang juga ikut berpartisipasi dalam penelitian tersebut.

Cabai yang diteliti dalam penelitian ini adalah cabai segar dan kering, tidak termasuk paprika dan lada hitam. Faktor umum yang melatarbelakanginya adalah capsaicin.

Capsaicin adalah komponen aktif dalam cabai yang dilaporkan mempercepat metabolisme dan menghambat gangguan pembuluh darah. Penelitian ini adalah studi longitudinal pertama yang menyelidiki hubungan antara asupan cabai dan fungsi kognitif. (detikHealth/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments