Jumat, 29 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Kesehatan
  • Peneliti Kembangkan Antibiotik Lama untuk Melawan Bakteri Resistan

Peneliti Kembangkan Antibiotik Lama untuk Melawan Bakteri Resistan

Minggu, 04 Mei 2014 22:45 WIB
akarta (SIB)- Berkembangnya bakteri yang sudah kebal terhadap antibiotik secara umum memang meresahkan. MDR-Tb contohnya. Penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini tidak bisa disembuhkan oleh isonizaid dan rifampicin, dua antibiotik yang ampuh membunuh bakteri TB biasa.

Bakteri yang resistan terhadap antibiotik juga menjadi masalah di Australia. Peneliti di Negeri Kanguru tersebut sudah melakukan penelitian untuk mengembangkan antibiotik jenis baru sejak beberapa tahun lalu. Akan tetapi, kurangnya biaya menjadi penghambat penelitian tersebut.

"Penelitian untuk mengembangkan antibiotik jenis baru tidak menghasilkan perkembangan apapun. Kini kami beralih kepada jenis-jenis antibiotik lama yang sudah tak dipakai, menganalisis bahannya, dan mencoba melawan bakteri resistan menggunakan obat tersebut," papar Profesor Jian Li dari Monash University seperti dikutip ABC Australia, Jumat (25/4).

Salah satu jenis antibiotik lama yang diteliti oleh Prof Li adalah Polymyxin, salah satu obat kontroversial pada tahun 1970-an. Prof Li berharap bahwa penelitiannya ini dapat membuat Polymiyxin menjadi lebih aman dan mudah untuk digunakan.

"Polymyxin mendapat reputasi sangat buruk pada tahun 1970-an. Banyak laporan yang mengatakan bahwa efek samping penggunaanya meliputi keracunan ginjal serta searf, sehingga pasien banyak yang tidak sembuh," sambung Prof Li lagi.

Pada kesempatan berbeda, Profesor Peter Collignon dari Australian National Unversity mengatakan bahwa peneliti terpaksa menggunakan obat-obat lama karena perusahaan farmasi saat ini cenderung cuek terhadap bakteri resistan jenis baru.

"Kita harus menggali lagi obat-obat lama karena perusahaan farmasi bergerak lambat. Mereka beranggapan bahwa jika obatnya ditemukan pun hanya akan digunakan dalam waktu singkat," tutur Prof Peter.

Prof Peter juga berharap agar penelitian yang dilakukan oleh Prof Li dan kawan-kawan dari Monash University dapat berjalan baik dan mendapat hasil yang maksimal.

"Orang-orang bosan dengan janji manis para peneliti. Semoga saja penelitian yang dilakukan di Monash dapat menghasilkan sesuatu yang akan membantu kita melawan bakteri resistan ini," pungkasnya. (detikhealth/f)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments