Jumat, 14 Agu 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Muntah Darah Bisa karena Interaksi Jahe dan Aspirin

Muntah Darah Bisa karena Interaksi Jahe dan Aspirin

Minggu, 02 Februari 2014 12:44 WIB
Yogyakarta (SIB)- Jahe cocok diseduh sebagai minuman dalam cuaca dingin seperti sekarang ini. Namun jika sedang mengonsumsi obat, Anda perlu berhati-hati. Interaksi antara jahe dan obat-obatan tertentu bisa berbahaya bagi tubuh.

Selain menghangatkan tubuh, khasiat lain dari jahe atau Zingiber officinale adalah sebagai antikoagulan atau anti penggumpalan darah. Pada penderita penyakit jantung, konsumsi jahe dapat mencegah penggumpalan darah penyebab serangan jantung.

Fungsi tersebut juga dimiliki oleh aspirin atau asetosal. Obat yang juga populer digunakan sebagai obat pereda sakit kepala, pusing, atau sakit gigi ini memiliki fungsi yang sama dengan jahe.

Oleh karena itu, konsumsi jahe bisa meningkatkan risiko terjadinya perdarahan dalam jika dibarengi dengan konsumsi aspirin. Kombinasi jahe dan aspirin sekaligus, dapat melipatgandakan efek antikoagulan yang justru berbahaya.

"Jahe sangat bagus untuk mengencerkan darah. Tapi kalau minum jahe, tidak boleh minum asetosal atau aspirin sebagai pengencer darah," ungkap Prof Dr CJ Soegihardjo, Apt, pakar herbal dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Jahe bekerja menghambat COX-1 dan COX-2, dua enzim Cyclooxygenase yang juga dipengaruhi oleh aspirin. Jika dikonsumsi berlebih, jahe dapat menyebabkan perdarahan gastrointestinal atau perdarahan di saluran cerna. Kombinasi dengan aspirin akan semakin meningkatkan risikonya.

Jika terjadi perdarahan dalam di perut, biasanya darah akan keluar melalui muntah ketika darah sudah menghitam. Demikian dituturkan oleh Prof Soegihardjo ketika ditemui detikHealth, dan ditulis pada Selasa (28/1).

"Kalau tidak tahu, orang akan mengira disantet," paparnya.

Untuk mengurangi risiko terjadinya perdarahan dalam, sebaiknya hindari minum wedang jahe jika sedang menderita gangguan pembekuan darah atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah seperti aspirin atau naproksen. Selain itu, konsumsi jahe harian harus dibatasi paling banyak 4 gram.

Menurut National Institutes of Health sebagaimana dilansir Live Strong, jahe juga tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat penekan kekebalan tubuh dan obat-obatan yang menyebabkan rasa kantuk. Gingko biloba dan bawang putih juga dapat menimbulkan kontraindikasi bila dikonsumsi bersamaan dengan jahe. (detikhealth/h)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments