Rabu, 03 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Kesehatan
  • Menggigil Tapi Berkeringat, Waspada Gejala Malaria

Menggigil Tapi Berkeringat, Waspada Gejala Malaria

Minggu, 27 April 2014 21:41 WIB
Jakarta (SIB)- Saat mengalami demam, wajar bila tubuh seseorang menggigil karena merasa kedinginan. Tapi bila menggigil disertai dengan keringat, sakit kepala, muntah, hingga kejang-kejang, ada baiknya segera mencari bantuan dokter karena bisa jadi disebabkan oleh malaria.

Malaria adalah penyakit menular, yang disebabkan oleh parasit yang ditularkan oleh nyamuk malaria, atau yang biasa disebut nyamuk Anopheles. Penyakit malaria dapat menyerang semua orang baik laki-laki maupun perempuan, pada semua golongan umur, dari bayi sampai orang dewasa.

"Mal itu buruk, aria itu udara. Jadi dulu sebelum orang tahu malaria itu karena plasmodium orang-orang mengira malaria itu karena udara yang buruk," kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Kementerian Kesehatan RI, dalam acara Temu Media di Gedung Kemenkes, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa.

Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria. Bila nyamuk Anopheles menggigit orang yang sakit malaria, maka parasit akan ikut terhisap bersama darah penderita. Setelah 7-14 hari, apabila nyamuk tersebut menggigit orang sehat, maka parasit akan ditularkan kepada orang sehat tersebut. Dalam waktu kurang lebih 12 hari, orang tersebut akan terkena sakit malaria.

Gejala malaria antara lain demam, menggigil berkeringat, dan dapat disertai sakit kepala, muntah, diare, dan nyeri otot atau pegal-pegal, gejala tersebut merupakan gejala lokal spesifik.

"Gejalanya yang khas menggigil berkeringat karena demam, gejala lainnya sakit kepala atau muntah. Tapi jangan langsung diagnosis karena gejala tersebut, belum tentu juga malaria, harus periksa laboraturium," kata Prof Tjandra

Gejala malaria yang berat antara lain, kejang-kejang, kehilangan kesadaran, timbul warna kuning pada mata, panas tinggi, air seni bewarna teh tua, napas menjadi cepat, muntah terus-menerus, bahkan hingga pingsan.

"Jika sudah ada gejala segera diperiksa, di puskesmas obatnya diberikan secara gratis secara cuma-cuma," tutup Prof Tjandra. (detikhealth/h)
 

T#gs Waspada
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments