Kamis, 16 Jul 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Gula Darah Tinggi? Hati-hati, Risiko Kena TBC Juga Meningkat

Gula Darah Tinggi? Hati-hati, Risiko Kena TBC Juga Meningkat

Minggu, 02 Februari 2014 12:46 WIB
Jakarta (SIB)- Diabetes mellitus atau penyakit kencing manis banyak dikaitkan dengan sindrom metabolik dan komplikasi lainnya. Kini, penyakit tersebut juga dianggap sebagai faktor risiko salah satu penyakit menular paling tua, tuberculosis (TB atau TBC).

"Diabetes mellitus merupakan faktor risiko TB," tegas dr Delyuzar, MKed (PA), SpPA(K), Chief Of Party TB CEPAT JKM Indonesia, Selasa (28/1).

Hal itu disampaikan dr Delyuzar dalam peluncuran program CEPAT (Community Empowerment of People Against Tuberculosis) di Gedung PKK Provinsi DKI Jakarta, Jl Kebagusan Raya, Jakarta Selatan, hari ini.

Menurut dr Delyuzar, diabetes mellitus membuat berbagai fungsi sistem orgam menurun. Salah satunya adalah sistem imun atau daya tahan tubuh. Ketika sistem imun menurun, seseorang akan lebih rentan terhadap infeksi termasuk juga infeksi TB.

Setelah terinfeksi TB, seorang pengidap diabetes mellitus juga cenderung lebih sulit diobati. Kadar gula darah yang selalu tinggi membuat pengobatan TB menjadi kurang efektif.

"Ibaratnya, kuman TB dapat makanan terus dari gula darah yang tinggi, jadi sulit diobati," tambah dr Delyuzar.

Diakui oleh dr Delyuzar, di Indonesia belum ada data pasti tentang kasus TB pada pengidap diabetes mellitus. Tidak adanya data antara lain disebabkan oleh kurangnya kesadaran bahwa penyakit kencing manis merupakan salah satu faktor risiko TB. Lain halnya dengan infeksi HIV (human imunodeficiency virus) misalnya, yang sudah dikenal sebagai koinfeksi TB-HIV. (detikhealth/h)

T#gs Gula
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments