Selasa, 10 Des 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Dokter Ingatkan Makin Sering Minum Antibiotik, Makin Sering Sakit

Dokter Ingatkan Makin Sering Minum Antibiotik, Makin Sering Sakit

redaksi Minggu, 17 November 2019 19:02 WIB
health.detik.com
Ilustrasi Antibiotik

Jakarta (SIB)
Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri. Namun bagi sebagian orang, antibiotik dianggap 'obat dewa' yang harus dikonsumsi apapun jenis penyakitnya.


Hal ini jelas keliru, dokter anak dr Purnamawati SpA(K), MMPAed mengingatkan bahwa pemakaian antibiotik secara tidak tepat dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Salah satunya ia menyebut dapat menyebabkan tubuh mudah sakit.


"Makin sering kamu makan antibiotik justru kamu akan sering sakit, karena antibiotik membunuh kuman baik yang ada di badan kamu. Kamu nggak punya kuman baik lagi di perut di kulit. Yang tadinya kavling ditempati kuman baik, justru ditempati kuman jahat. Kebanyakan penyakit tidak butuh antibiotik," ujarnya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11).


"Pertama buang uang, terus mubazir. Kamu sembuh bukan karena antibiotik, yang ada malah makin lama (sakitnya -red). Karena nggak sembuh-sembuh dikasih lagi antibiotik, jadi makin kuat (dosisnya -red), malah timbul efek samping, semua obat (efeknya) kalau nggak ginjal ya liver, tergantung jenis antibiotiknya. Kalau kita nggak perlu tapi kita makan, malah ada mudaratnya," lanjut dokter yang akrab disapa Wati itu.


Mengonsumsi antibiotik secara tidak tepat dan berulang akan mengakibatkan resistensi antibiotik. Pada dasarnya, antibiotik bekerja dengan cara membasmi bakteri yang ada atau mempersulitnya berkembangbiak. Setiap kali mengonsumsi antibiotik, beberapa bakteri akan mati, namun beberapa bakteri lain akan tetap bertahan dan bermutasi menjadi kebal terhadap antibiotik.


Bakteri yang bertahan ini lah yang akan berkembang biak dan melipatgandakan diri. Dan akhirnya, resistensi antibiotik pun terjadi. Jika terjadi penyakit akibat bakteri, maka pengobatannya pun akan semakin sulit.
"Menemukan antibiotik butuh waktu 20 tahunan, tapi bakteri untuk jadi resisten hanya butuh 1-2 tahunan," tandasnya. (detikHealth/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments