Kamis, 02 Jul 2020
PalasBappeda
  • Home
  • Kesehatan
  • Cyberchondria, 'Gangguan Jiwa' karena Keseringan Googling Penyakit

Cyberchondria, 'Gangguan Jiwa' karena Keseringan Googling Penyakit

redaksi Minggu, 08 Desember 2019 19:34 WIB
thinkstock
Ilustrasi
Jakarta (SIB)
Perkembangan internet memberikan banyak sekali manfaat mulai dari komunikasi yang lebih cepat membantu orang terhubung hingga mempelajari berbagai hal kapan saja dan di mana saja mereka mau.

Namun ada peningkatan masalah dengan penggunaan internet berlebihan. Banyak orang yang telah menunjukkan indikasi ketergantungan pada mesin pencari atau Google untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan mereka.

Sebuah studi menunjukkan kecemasan atau kekhawatiran obsesif tentang kesehatan meski hanya memiliki gejala kecil bisa jadi salah satu gangguan jiwa. Hal ini disebut peneliti sebagai cyberchondria.

Menurut Jill Newby dari University of New South Wales, dan Eoin McElroy dari University of Leicester di Inggris, cyberchondria terjadi ketika seseorang memperoleh terlalu banyak informasi dari pencarian web tentang suatu kondisi. Hal ini kemudian memicu kecemasan dan kepanikan.

Cyberchondria bisa dimulai ketika seseorang mencari tentang kondisi kecil seperti sering sakit kepala. Mesin pencari seperti Google lalu memberi hasil cerita-cerita menakutkan yang mendorong orang tersebut berpikir dirinya sakit parah.

"Algoritma pencarian web sangat misterius. Tetapi hasil pencarian teratas belum tentu penjelasan yang paling mungkin untuk gejala Anda," kata peneliti dikutip dari Medical Daily.

Para peneliti mengatakan kecemasan kesehatan dapat menyebabkan kontak yang tidak perlu dengan layanan kesehatan dan secara negatif mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Tim peneliti juga menganalisis efek dari konsultasi online pada 41 orang dengan kecemasan kesehatan yang parah dan kelompok kontrol dari 41 orang sehat.

Para peneliti juga memberikan dukungan telepon dari seorang psikolog selama percobaan. Mereka kemudian menentukan bagaimana pencarian web yang berlebihan mempengaruhi gaya hidup peserta.

Hasil menunjukkan bahwa terapi perilaku (CBT) dapat membantu mengurangi cyberchondria. Peserta dengan kecemasan kesehatan melaporkan berkurangnya frekuensi pencarian online dan peningkatan kemampuan untuk mengontrol aktivitas pencarian mereka. (detikhealth/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments