Jumat, 22 Nov 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Beragam Penyakit Mengintai Anak Gemuk, Hipertensi Hingga Depresi

Beragam Penyakit Mengintai Anak Gemuk, Hipertensi Hingga Depresi

admin Minggu, 21 Juli 2019 16:02 WIB
thinkstock
Anak gemuk kerap dianggap lucu
Jakarta (SIB) -Banyak orangtua yang menganggap anak gemuk akan terlihat sehat karena tidak kekurangan gizi dan sangat menggemaskan. Bahkan ini menjadi suatu kebanggaan orangtua dalam mengurus anak. Padahal, persepsi tersebut sangatlah keliru sebab anak yang gemuk bisa saja sudah masuk ke tahap obesitas.

"Nah ini mindset yang harus diubah. Harus ada knowledge kalau anak nggak melulu harus gemuk. Meski lucu, tapi anak yang obes di usia 5 tahun dia akan obes hingga usia 15-18 tahun," kata dr Diana F Suganda, M.Kes, SpGK - dokter spesialis gizi klinis, Selasa (16/7).

Adapun bahayanya ketika anak sudah masuk dalam kategori obesitas yakni risiko terkena penyakit tentu lebih tinggi. Memang tidak akan terlihat dalam jangka panjang, tetapi anak akan kesulitan di masa depan.

"Kita membesarkan anak karena dia akan menjadi bibit negara. Kalau anak obes dia setelah dewasa akan banyak sakitnya. Hipertensi, stroke bahkan depresi karena suka di-bully. Jadi bukan hanya di kesehatan tapi psikis juga," tambahnya.

Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan anak bisa menjadi obesitas. Biasanya orangtua tidak membatasi asupan makan-makanan cepat saji dan cemilan yang tidak dibarengi dengan aktivitas fisik yang cukup. Jadinya terjadi ketidakseimbangan energi antara kalori yang dikonsumsi dengan kalori yang dibuang,

"Makanya orangtua harus memperhatikan menu harian yang mempertimbangkan batasan asupan gula, garam, dan lemak, juga melakukan kegiatan fisik secara rutin," ujar dr Diana.

Cara untuk memastikan apakah anak obesitas atau tidak adalah teratur memeriksa anak yang berusia kurang dari 5 tahun ke Puskesmas atau dokter untuk memantau tinggi dan berat badannya. Orangtua juga tentunya harus lebih aware terhadap permasalahan seperti itu. (detikhealth/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments