Minggu, 22 Sep 2019

Bahaya untuk Anak, Setop Kebiasaan Menggelitik

admin Minggu, 30 Juni 2019 12:11 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Orangtua seringkali menggelitik anak-anaknya biar mereka tertawa terbahak-bahak. Sebab, rasa geli yang muncul akan langsung membuat si Kecil bereaksi lucu.

Namun, tahukah Anda kalau ternyata menggelitik merupakan kebiasaan buruk yang harus dihentikan?

Tak banyak yang tahu kebiasaan menggelitik anak bisa menimbulkan efek negatif dan tidak dianjurkan.

Berikut penjelasannya seperti dikutip dari situs Brightside pada Selasa, 25 Juni 2019.

Anak Bisa Sangat Tak Nyaman
Hanya karena seorang anak tertawa bukan berarti mereka senang digelitik. Anak-anak, terutama yang geli, tidak bisa berhenti tertawa ketika digelitik. Bahkan jika mereka benar-benar membencinya.

Tawa karena geli ini seperti ilusi. Anak seperti menikmatinya padahal sebenarnya tidak. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of California pada 1997, para ilmuwan menemukan bahwa menggelitik tidak menciptakan perasaan bahagia yang sama seperti yang diciptakan ketika seseorang menertawakan lelucon lucu. Menggelitik hanya menciptakan ilusi lahiriah bahwa seseorang sedang tertawa.

Anak Tak Bisa Mengontrol Dirinya
Anak yang digelitik kehilangan kendali dirinya. Perjuangan untuk mendapatkan kendali bisa jadi hal sangat sulit bagi anak dan bisa meninggalkan kenangan yang tidak menyenangkan seumur hidup.

Ketika orang dewasa menggelitik anak-anak, mereka kebanyakan bermaksud bersenang-senang.

Menurut Dr. Richard Alexander, Profesor Biologi Evolusi di University of Michigan, menggelitik bisa menjadi bentuk dominasi dan tawa yang mengikuti adalah cara untuk menunjukkan kepatuhan.

Kesulitan Bernapas
Menggelitik dapat menyebabkan tawa yang tidak terkendali dan sulit untuk dihentikan. Tawa yang disebabkan oleh gelitik terus-menerus dapat mencapai titik di mana orang yang digelitik tidak lagi dapat bernapas dengan benar. Anak juga jadi mengalami sesak napas dan bisa membahayakan kesehatannya. (Liputan6/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments